Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali meminta demonstran tidak anarkis seperti di daerah lain karena dampak negatifnya akan sangat besar bagi pariwisata.
Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Rai Darmadi menjelaskan jika Bali anarkis seperti daerah lain, akan disorot oleh dunia internasional, karena Bali merupakan pintu masuk 6 juta lebih wisatawan dari berbagai belahan dunia.
"Di Bali jangan sampai anarkis, seperti di daerah lain yang sudah terjadi. Bagaimanapun Bali hidup dari pariwisata, kita harapkan masyarakat demo dengan tertib, menyampaikan aspirasinya," kata Darmadi.
Satpol PP juga menurunkan tim keamanan untuk mengamankan gedung Gubernur yang tidak jauh dari gedung DPRD Bali yang menjadi titik aksi.
Pariwisata Bali memang sedang tumbuh, pasca pandemi, wisatawan mancanegara semakin banyak yang datang baik dari kawasan Asia, Australia, Eropa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman di Juni saja 637.868, naik dibandingkan Juni 2024 yang jumlah kunjungan wisman 520.792 (YoY). Total pada 2024 kunjungan Wisman mencapai 6,3 juta orang.
Pemprov memproyeksikan pada 2025 kunjungan wisman bisa tembus 7 juta orang. Naiknya kunjungan ini menjadi penting di tengah efisiensi yang dilakukan pemerintah, dimana kegiatan Mice dari anggaran pemerintah sudah berkurang drastis di Bali sepanjang 2025.
Baca Juga
Pemprov menilai kondusifitas Bali penting terus terjaga, tidak dinodai dengan tindakan anarki dari demonstran yang menyampaikan aspirasinya.
Gubernur Bali, Wayan Koster sebelumnya menjelaskan citra pariwisata Bali tetap terjaga berkat kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, imigrasi, desa adat, serta partisipasi masyarakat.
"Pada tahun 2024, Bali mencatat kunjungan 6,3 juta wisatawan mancanegara dan 10,1 juta wisatawan nusantara, sebagai bukti kuat bahwa Bali masih menjadi destinasi favorit dunia," kata Koster.
Gubernur Koster juga mengingatkan bahwa upaya menjaga Bali harus selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka Bali Era Baru, yang menekankan kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali berdasarkan kearifan lokal Sad Kerthi serta prinsip Tri Hita Karana.