Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Hamil Hendak Melahirkan di Mataram Wajib Tes Cepat Covid-19

Pelayanan tes cepat Covid-19 bagi ibu hamil ini justru menguntungkan bagi semua pihak dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:01 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. - Antara/Darwin Fatir.
Ilustrasi rapid test Covid-19. - Antara/Darwin Fatir.

Bisnis.com, MATARAM - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mengeluarkan kebijakan bahwa setiap ibu hamil yang akan melahirkan wajib mengikuti pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19 untuk mengamankan ibu dan bayi.

"Selain untuk menjamin keamanan ibu dan bayi dari penularan Covid-19, juga mengamankan petugas yang akan menangani, serta memudahkan proses rujukan jika ibu hamil harus dirujuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (26/6/2020).

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan tes cepat Covid-19 bagi ibu hamil ini justru menguntungkan bagi semua pihak dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Ibu hamil juga dimudahkan ketika akan dilakukan pelayanan rujukan sebab pihak rumah sakit manapun, tidak mau menerima rujukan ibu hamil jika belum melakukan "rapid test" Covid-19.

"Jadi tidak masalah kita menyiapkan alat tes cepat Covid-19 lebih banyak, asalkan ibu hamil bisa tertangani segera dengan aman," ujarnya.

Menurutnya, dari data kunjungan ibu hamil di Kota Mataram selama tiga bulan terakhir yakni bulan Maret, April, Mei 2020 tercatat 1.673 orang atau 17,2 persen. Jumlah itu menurun 5,5 persen jika dibandingkan tiga bulan yang sama tahun 2019, dengan jumlah kunjungan 2.212 orang atau 22,7 persen.

"Sedangkan untuk persalinan memang terjadi peningkatan namun tidak signifikan karena kenaikan hanya 0,1 persen," katanya.

Dari data persalinan tahun 2019 selama tiga bulan (Maret, April, Mei) tercatat 1.965 orang atau 21,2 persen. Sementara pada tahun 2020 pada tiga bulan yang sama jumlah persalinan sebanyak 1.972 orang atau 21,3 persen.

"Kita proyeksikan tingkat kelahiran di Kota Mataram sebanyak 9.000 per tahun, namun realisasinya pada tahun 2019, mencapai 8.000 an tidak sampai 9.000 kelahiran," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb mataram

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top