Buleleng Gelar Festival Seni Sawan

Pemerintahan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, yang didukung pemerintah kabupaten setempat, mengadakan "Festival Seni Sawan" (Fessensaw) Buleleng di Pesisir Pantai Kerobokan Buleleng pada 16-20 Oktober 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  16:51 WIB
Buleleng Gelar Festival Seni Sawan
Warga Kampung KEM (Kawasan Ekonomi Masyarakat) Kolok Bengkala penyandang disabilitas binaan Pertamina menari di Desa Bengkala, Buleleng, Bali, Kamis (26/9/2019). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, SINGARAJA — Pemerintahan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, yang didukung pemerintah kabupaten setempat, mengadakan "Festival Seni Sawan" (Fessensaw) Buleleng di Pesisir Pantai Kerobokan Buleleng pada 16-20 Oktober 2019.

"Fessensaw yang kali ini merupakan tahun keempat itu melibatkan ratusan seniman dari desa-desa di Kecamatan Sawan yang menampilkan berbagai bentuk kesenian," kata Camat Sawan I Gusti Ngurah Suradnyana di Singaraja, Kamis (17/10/2019).

Setelah mengikuti pembukaan festival pada Rabu (16/10) malam itu, ia mengatakan, Fessensaw pada tahun 2019 mengusung tema "Sawan Pramodita" yang artinya "Sawan yang Gemilang".

"Fessensaw merupakan pergelaran seni budaya yang menampilkan kesenian khas, baik yang tradisional maupun modern, dari desa-desa di Kecamatan Sawan seperti Arja Muani, Janger Menyali, parade Gong Kebyar, lomba Manjejaitan, serta band lokal dengan sejumlah bintang tamu artis Bali," katanya.

Menurut Suradnyana, Fessensaw juga dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan pelestarian serta menggali potensi seni budaya yang ada di Kecamatan Sawan. Dalam hal ini lebih menonjolkan seni budaya yang hampir dilupakan seperti tari legong pengeleb, janger menyali, serta arja muani.

"Kami berupaya merekonstruksi kegiatan kesenian yang hampir hilang dan kita rasa sudah berhasil dibangkitkan kembali melalui pagelaran Fessensaw kali ini," katanya.

Ia mengatakan, tari janger menyali yang tampil pada malam pembukaan Fessensaw, mampu menyedot perhatian penonton. Apalagi janger menyali itu ditarikan oleh seniman-seniman muda yang semuanya merupakan pelajar SMA dan SMP dari Kecamatan Sawan.

"Kesenian janger menyali merupakan tarian unik dan diperkirakan hampir punah yang berasal dari Desa Menyali Kecamatan Sawan. Tarian ini unik karena japik (penari laki-laki) memakai kostum seperti balatentara lengkap dengan baret serta kaca mata hitam," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan, penampilan janger menyali pada pergelaran seni Fessensaw ini merupakan wujud Pemerintah Daerah dalam upaya pelestarian seni budaya agar tetap eksis di tempat lahirnya.

Ia mengajak seluruh jajaran Pemerintah di Kabupaten Buleleng untuk berupaya membangkitkan semangat masyarakat dalam upaya mempertahankan seni budaya di kabupaten Buleleng. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan budaya kita," katanya.

Wabup menambahkan, pergelaran seni ini selain upaya pelestarian budaya juga memberikan hiburan kepada masyarakat serta pembangunan di Buleleng dapat terlaksana dengan baik.

Fessensaw dilaksanakan agar dapat memberikan ruang kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni budaya dalam berkreatifitas. "Khususnya generasi muda di Kecamatan Sawan, kita harus bangkitkan lagi semangat berkesenian," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, buleleng

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top