Pengamat Ekonomi Dukung Keberadaan Bisnis Transportasi Berbasis Aplikasi di Bali

Gojek, superapp yang beroperasi di Bali, diakui mampu mendorong pengembangan berbagai bisnis di Bali, termasuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 24 September 2019  |  13:34 WIB
Pengamat Ekonomi Dukung Keberadaan Bisnis Transportasi Berbasis Aplikasi di Bali
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, DENPASAR — Pengamat ekonomi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiksa) Denpasar Prof. Sri Gede Darma berpandangan keberadaan bisnis transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek harus didukung. 
 
Alasannya, kehadiran bisnis berbasis digital ini memberikan kontribusi tinggi terhadap perekonomian Bali. Gojek, superapp yang beroperasi di Bali, diakui mampu mendorong pengembangan berbagai bisnis di Pulau Dewata, termasuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 
 
“Kontribusi Gojek sangat tinggi terhadap perekonomian Bali, menghidupkan semua lini bisnis. Gojek merupakan salah satu pendorong munculnya model bisnis digital di masa mendatang termasuk UMKM di Bali. Seluruh pelaku bisnis mesti shifting ke ranah digital. Mereka yang tidak bergeser atau berpindah ke basis digital dipastikan bisnisnya gulung tikar,” paparnya seperti dikutip Bisnis, Selasa (24/9/2019).
 
Sri Gede Darma juga menyampaikan bahwa banyak masyarakat asal luar Bali yang berlomba menjadi mitra pengemudi yang tergabung dalam layanan aplikasi karya anak bangsa tersebut. Mereka beralih profesi dari tukang kayu di Jawa menjadi pengemudi Gojek di Bali.

Aplikasi tersebut pun dipandang memberikan pengaruh positif terhadap perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat Bali untuk menjadi lebih maju, termasuk dari sisi teknologi.
 
Salah satu UMKM yang berpotensi sangat tinggi di Bali seperti Gula, dapat menggunakan layanan jasa perusahaan yang menjadi jembatan ekonomi nasional itu. Sri Gede Darma menilai Gula menjadi magnet perputaran ekonomi Bali.
 
Menurut hasil riset Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI), Gojek berkontribusi Rp1,9 triliun pada perekonomian Kota Denpasar pada 2018.

Adapun kontribusi Go-Ride pada 2018 meningkat hingga lebih dari 2 kali lipat dari 2017. Kontribusi Go-Food pada 2018 meningkat lebih dari 60 persen dari 2017. Sementara itu, mitra Go-Car berkontribusi sebesar Rp190 miliar pada 2018 dan mitra GoLife menyumbangkan Rp48 miliar pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi, bali

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top