Nelayan Lombok Tengah Nikmati BBM Satu Harga

Nelayan di kabupaten Lombok Tengah, khususnya di Desa Mertak dapat menikmati program bahan bakar minyak satu harga.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  10:15 WIB
Nelayan Lombok Tengah Nikmati BBM Satu Harga
Kampung nelayan di Lombok - Antara

Bisnis.com, LOMBOK TENGAH - Nelayan di kabupaten Lombok Tengah, khususnya di Desa Mertak dapat menikmati program bahan bakar minyak satu harga.

Program yang diresmikan oleh Staf Ahli menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Saleh Abdurrahman ini merupakan lokasi ke-137 se-Indonesia.

Saleh menyebut, program BBM satu harga merupakan salah satu langkah kerja nyata dalam melaksanakan Peraturan Menteri ESDM nomor 36 Tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan satu harga untuk jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan secara nasional.

"Masyarakat Kecamatan Pujut khususnya nelayan sebelumnya harus membeli BBM solar dengan harga Rp7.000 per liter, namun dengan hadirnya SPBUN [Stasiun Bahan Bakar Umum untuk Nelayan] ini masyarakat sudah bisa membeli solar dengan harga Rp5.150 per liternya," ujar Saleh di Lombok Tengah, Jumat (19/7/2019).

Lokasi Teluk Awang, Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah memang merupakan salah satu lokasi pelabuhan ikan yang ada di wilayah pulau Lombok. Sayangnya akses untuk mendapatkan bahan bakar berada 16 km dari penyalur terdekat dan 60 km dari sumber pasokan di Terminal BBM Ampenan.

Saleh juga mengharapkan PT. Pertamina (persero) untuk terus menjamin pasokan BBM ke SPBUN ini serta partisipasi aktif dari Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Lombok Tengah dalam mengawasi ketersediaan dan pendistribusian BBM di penyalur satu harga ini agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Bupati Lombok Tengah Suhaili pun mengapresiasi peran pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi daerah. Menurutnya, dengan adanya keberadaan SPBUN dan program satu harga di Kabupaten Lombok Tengah bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Secara lebih luas, Suhaili berharap kehadiran pelabuhan ikan di Teluk Awang nantinya bisa memasok kebutuhan untuk kebutuhan wisata di KEK Mandalika.

"Saya yakin kedepannya akan ada sinergi yang baik. Nelayan di sini bisa memasok kebutuhan ikan segar untuk pariwisata di Mandalika, sehingga bisa saling memberikan manfaat," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nelayan, lombok

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top