Badung Kembangkan Klaster Ayam Pedaging

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung bekerja sama melakukan pengembangan klaster ayam pedaging melalui mekanisme pendampingan.
Ema Sukarelawanto | 06 Mei 2019 15:08 WIB

Bisnis.com, BADUNG—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung bekerja sama melakukan pengembangan klaster ayam pedaging melalui mekanisme pendampingan.

Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengatakan pengembangan klaster ayam pedaging dipilih mengingat penciptaan ekonomi masyarakat di sektor hilir jauh lebih beragam hasil produk pengembangannya dibandingkan ayam petelur.

“Dalam kerja sama ini bantuan sarana prasarana diberikan oleh Pemkab Badung, sedangkan dukungan pendampingan dan teknologi tepat guna oleh Bank Indonesia,” katanya Senin (6/5/2019).

Menurut Iman permintaan komoditas daging ayam di daerah pariwisata Badung sangat tinggi sehingga mempengaruhi fluktuasi harga. Padahal, selama ini pengembangan ayam pedaging dan petelur masih bergantung terhadapm perusahaaan besar sebagai pengendali pakan dan day old chicken (DOC).

Selain itu komoditas ini merupakan salah satu penyumbang inflasi daerah yakni kelompok daging ayam ras yang pada akhir triwulan I, II, III, IV 2018 masing-masing mencatatkan inflasi -1,97%, 4,57%, -9,43%, dan 8,14%, serta triwulan I 2019 serta -1,65%.

Iman menambahkan kondisi tersebut mendorong terjalinnya kerja sama dengan Pemkab Badung melalui Dinas Peternakan, Bappeda, dan Biro Ekonomi untuk menjajaki pengembangan klaster ayam seperti halnya pendampingan petani yang telah berhasil dilakukan Bank Indonesia di kabupaten lain.

Saat ini, BI membina klaster UMKM yang terdiri dari kelompok ‘volatile food’ yakni 2 peternakan sapi, 2 pertanian padi, 2 pertanian bawang merah-putih, dan 1 pertanian cabai. Selain itu, BI juga melakukan pembinaan produk komoditas ekspor di 5 kabupaten yakni kopi arabika, kakako, tenun, dan silver; serta kelompok pariwisata dan syariah. 

Penandatanganan nota kesepahatan BI dan Pemkab Badung untuk pengembangan klaster ayam pedaging ini akan dilakukan selama 3 tahun, menyeluruh dari hulu ke hilir. Kelompok yang direkomendasikan kelompok dari Desa Blakiuh dan  Desa Taman, serta KTT Jaya Perkasa Mandiri dari Desa Taman, Kecamatan Abiansemal.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan kelak produksi tinggi yang diperoleh petani ternak diharapkan meningkatkan pendapatan. Selain itu, petani harus bisa mengembangkan industri pengolahan serta memutus rantai spekulan dan tengkulak agar bisa meningkatkan nilai tambah produksi.

“Badung memiliki potensi besar di sektor pertanian dalam arti luas selain pariwisata. Karena itu petani harus berani berinovasi dan bekerja keras mengembangkan segala potensi yang dimiliki untuk meningkakan kesejahteraannya,” katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternak ayam, badung

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup