Bank NTB Syariah Targetkan 40 Ribu Pengguna Mobile Banking

PT Bank Pembangunan Daerah NTB (Bank NTB Syariah) menargetkan peningkatan user mobile banking bisa mencapai 10 persen atau sekitar 40 ribu pengguna hingga akhir tahun ini.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 24 April 2019  |  12:51 WIB
Bank NTB Syariah Targetkan 40 Ribu Pengguna Mobile Banking
Bank NTB Syariah

Bisnis.com, MATARAM - PT Bank Pembangunan Daerah NTB (Bank NTB Syariah) menargetkan peningkatan user mobile banking bisa mencapai 10 persen atau sekitar 40 ribu pengguna hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo mengatakan saat ini jumlah pengguna mobile banking Bank NTB Syariah baru berada angka 2 persen dari jumlah nasabah. Masih rendahnya pengguna layanan mobile banking tersebut diakui Kukuh lantaran diversifikasi layanan yang masih belum lengkap.

"M-Banking kita sudah mirip dengan bank nasional, tetapi konten diversifikasi masih 30 persen. Kami targetkan diversifikasi layanan bisa naik menjadi 80 persen pada Mei tahun ini," ujar Kukuh di kantornya, Mataram, Rabu (24/4/2019). 

Menurutnya, dengan adanya peningkatan diversifikasi layanan, diharapkan akan meningkatkan jumlah pengguna mobile banking. Nasabah selama ini dinilai mengalami kesulitan dalam bertransaksi lantaran jenis transaksi masih terbatas.

"Kalau sudah diversifikasi nanti bisa untuk top up, untuk pembayaran BPJS, dan lain-lain sudah bisa," ujar Kukuh.

Pengembangan teknologi saat ini merupakan fokus utama Bank NTB Syariah. Pasalnya, nasabah yang melakukan transaksi melalui cabang sudah mulai berkurang dan beralih dengan menggunakan transaksi melalui ATM, internet banking, dan mobile banking.

Selain melakukan pengembangan teknologi, Bank NTB Syariah juga memperluas jangkauan transaksi dengan bekerja sama dengan beragam merchant sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh para nasabah.

Sebelumnya, Bank NTB Syariah telah mengembangkan layanan SMS banking yang dimilikinya. Awalnya, SMS banking yang dimiliki oleh Bank NTB Syariah terbatas hanya untuk transkasi-transaksi yang sifatnya internal untuk nasabah.

Namun, dengan sistem baru yang merupakan hasil kerja sama dengan Telkomsel, layanan SMS Banking ini memberikan lebih banyak layanan transaksi perbankan termasuk jika terkendala jaringan layanan data seluler.

"Ini akan memberikan kemudahan bagi nasabah. Misalnya di satu daerah yang tidak ada sinyalnya. Dia bisa pakai SMS, kalau sama sekali ndak ada, dia bisa gunakan USSD tanpa sinyal," ujar Kukuh.

Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah pusat untuk meningkatkan transaksi non tunai melalui program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 2014 lalu.

Bank Indonesia sebagai otoritas yang mengatur tentang sistem pembayaran pun saat ini mengarahkan pada upaya penguatan infrastruktur dan pengembangan sistem dengan bertopang pada kemajuan teknologi informasi termasuk di daerah.

Sayangnya, kendati pemerintah dan perbankan terus menerus mendorong peningkatan layanan non tunai di daerah, nyatanya sarana dan sumber daya manusia yang mengoperasikan perangkat layanan non tunai tersebut masih kurang mumpuni.

Nurul, salah seorang warga Kota Mataram bercerita bahwa ada keinginan dan kebutuhan untuk menggunakan layanan nontunai. Sayangnya, kerap kali dia harus gigit jari, lantaran lokasi tempat dia berbelanja tidak mendukung.

"Di SPBU setahu saya ada yang sudah menggunakan layanan non tunai. Tetapi begitu saya bilang mau bayar pakai kartu dijawab tidak bisa. Alasannya alatnya tidak dikeluarkan. Padahal itu kan seharusnya ditaruh di depan untuk dipakai transaksi non tunai," ujar Nurul. 

Menurutnya, saat ini di NTB masih perlu peningkatan kualitas SDM dalam mengoperasikan sarana layanan non tunai. Selain itu, sarana penunjang seperti ketersediaan mesin EDC pun harus diperhatikan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobile banking, Bank NTB

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top