Anak Terpapar Iklan dari Gadget, Ini Solusinya

Anak-anak masa kini lebih mudah terpicu membeli barang karena kekurangpahaman pada makna uang dan diperburuk dengan gencarnya paparan iklan melalui gawai.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 15 April 2019  |  17:25 WIB

Bisnis.com, DENPASAR— Anak-anak masa kini lebih mudah terpicu membeli barang karena kekurangpahaman pada makna uang dan diperburuk dengan gencarnya paparan iklan melalui gawai.

Psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli mengajak para orangtua untuk mengajarkan dan menjadi kepada anak-anak dalam pengelolaan keuangan dengan cara-cara sederhana.

“Ini penting karena pola pikir dan perilaku anak terbentuk dari apa yang mereka lihat dan alami di rumah,” katanya saat berbagi kiat mendidik anak dalam acara Parenting Talkshow ‘Cerdas Finansial di Era Digital, Senin (15/4/2019).

Roslina mengajak memperkenalkan uang secara fisik sembari mengajarkan bahwa uang memiliki nilai yang dapat ditukarkan dengan suatu hal.

Pada usia anak yang lebih tinggi, ajak ke pasar untuk melihat transaksi dan ajarkan anak untuk mencatat pengeluaran serta memperkenalkan tentang rekening tabungan di bank. 

Kegiatan dalam Program Digital Financial Literacy for Children ini selain talkshow yang diikuti para orangtua siswa SDN 18 Pemecutan, Denpasar juga dilakukan edukasi finansial bagi siswa sekolah dasar yang digagas Prestasi Junior Indonesia bersama Citi Indonesia.

Di kelas, para siswa diberikan pengetahuan mengenai pentingnya menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali metode pembayaran yang tersedia di pasar, serta mempelajari pengetahuan kewirausahaan tingkat dasar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif melalui gawai. 

Selain itu, bankir muda yang tergabung dalam Citi Volunteers turut terlibat di dalam kelas untuk membantu siswa menyelesaikan tiga modul kegiatan yang bertema “Keluarga Kami”, “Daerah Kami”, dan “Kota Kami” dalam sebuah simulasi yang menggabugkan permainan dan edukasi keuangan.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan edukasi seputar pentingnya mengajarkan pengelolaan uang kepada anak di tengah tingginya paparan budaya konsumtif melalui teknologi ini agar terbangun komunitas yang berkembang dengan memiliki kapasitas keuangan yang baik dan berkelanjutan.

“Kami juga mengajak orangtua dan guru untuk bersinergi membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak di rumah dan di sekolah,” katanya.

Menurutnya, program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menggalakkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif ( SNKI).

Ia menyebut tanpa disadari, kehadiran teknologi dapat membentuk budaya konsumtif melalui paparan informasi yang menjadi pemicu untuk berbelanja. 

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, sebanyak 45,14% masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi harga dan 32,19% untuk berbelanja online.  

Fenomena ini terjadi di tengah rendahnya tingkat literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.

Dalam hal pengelolaan keuangan, 54,9% masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan bulanan.

Namun, hanya 30,7% dari angka tersebut yang berkomitmen untuk melaksanakan perencanaan keuangan.  

“Melihat fakta ini, orangtua harus menyadari untuk memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga dan mulai melatih keterampilan anak kelola uang sejak dini,” kata Elvera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gadget, perlindungan anak, denpasar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top