Bendungan Sidan Diharapkan Atasi Pasok Air Baku di Sarbagita

Bendungan Sidan bakal menjadi solusi penyediaan air baku baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau Sarbagita.
Ema Sukarelawanto | 04 April 2019 17:25 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster (ketiga kanan) mendapatkan penjelasan tentang pembangunan Bendungan Sidan seusai ground breaking proyek tersebut, Kamis (4/4 - 2019)

Bisnis.com, MANGUPURA—Bendungan Sidan bakal menjadi solusi penyediaan air baku baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau Sarbagita.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Airlangga Mardjono mengatakan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Bali menyebabkan kebutuhan air baku semakin bertambah. 

“Meningkatnya kebutuhan air domestik tersebut berimbas terhadap kekurangan air bersih yang bakal teratasi kelak saat proyek Bendungan Sidan ini rampung,” katanya, di sela-sela ground breaking Bendungan Sidan, Kamis (4/4/2019).

Bendungan Sidan dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida di atas lahan seluas 82,73 hektare yang mencakup wilayah Badung, Gianyar, dan Bangli. 

Lahan yang telah disiapkan berupa 168 bidang tanah di lima desa, yaitu Belok Sidan (Badung), Buahan Kaja (Gianyar), Mengani, Bunutin, dan Langgahan (Bangli).

Ia menjelaskan kapasitas air baku, khususnya di Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan adalah sebesar 4,27 meter kubik per detik, sedangkan kebutuhan air baku di tahun 2018 adalah 10,02 meter kubik per detik.

“Kondisi ini menandakan kawasan Sarbagita mengalami defisit sebesar 5,75 meter kubik per detik sehingga membutuhkan sumber air baku baru,” ujarnya.

Menurut dia dalam rangka mengembangkan infrastruktur untuk penyediaan air baku dan konservasi sumber daya air di kawasan Sarbagita, maka dibangunlah Bendungan Sidan.

Bendungan setinggi 68 meter dengan kapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik ini diharapkan mampu menyediakan air baku 1.570 liter per detik untuk daerah layanan Sarbagita. 

Bendungan tersebut juga memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 0,65 megawatt. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata dan konservasi sumber daya air.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Adipraya Persero bersama PT Universal Surya Prima KSO. Sdangkan konsultan supervisi proyek adalah KSO Konsultan PT Teknika Cipta Konsultan, PT Gunasarya Persero, PT Antusias Raya, dan PT Global Parasindo Raya. 

Total biaya pembangunan Bendungan Sidan senilai Rp 829 miliar dengan pelaksanaan pembangunan selama 4 tahun. Anggaran bersumber dari APBN Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kehadiran bendungan ini sebagai upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan air baik dari segi kuantitas dan kualitas terutama bagi masyarakat Sarbagita.

Ia menyebut penyediaan air ini merupakan salah satu program strategis kepemimpinannya yang telah disiapkan masterplan pengelolaan air di Bali dengan memasukan seluruh potensi yang ada.

Ke depannya, lanjutnya, pengelolaan sumber air harus dilakukan secara bersinergi antara Kementerian PUPR, Provinsi Bali, serta pemerintah kabupaten/kota di Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, bendungan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top