Tiket Garuda Group Turun, Okupansi Hotel Bali Diprediksi Naik 10% 

Penurunan harga tiket rute domestik penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 20% diprediksi bakal menaikkan sekitar 10% tingkat hunian kamar hotel di Bali pada semester pertama 2019.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  18:08 WIB
Tiket Garuda Group Turun, Okupansi Hotel Bali Diprediksi Naik 10% 
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Bisnis.com, DENPASAR—Penurunan harga tiket rute domestik penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 20% diprediksi bakal menaikkan sekitar 10% tingkat hunian kamar hotel di Bali pada semester pertama 2019.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan saat ini rata-rata tingkat hunian kamar hotel atau okupansi hanya berkisar 50% yang membuat bisnis pariwisata lesu.
“Sebenarnya kami mengusulkan penurunan harga tiket bisa mencapai 30%, tetapi dengan kebijakan yang diambil kami optimistis akan menambah okupansi sekitar 10% di semester pertama tahun ini,” kata Rai yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Badung, Kamis (14/2/2019).
Menurut Rai kebijakan ini merupakan respons Presiden Jokowi terhadap mahalnya harga tiket penerbangan domestik. Memang, tidak serta merta dirasakan dampaknya bagi industri pariwisata, tetapi setidaknya akan mendorong minat wisatawan domestik untuk menjadwalkan kunjungan ke Bali.
Kata dia hal menggembirakan lainnya, Presiden Jokowi mencabut larangan instansi pemerintah untuk menggelar pertemuan di hotel, seperti disampaikan saat menghadiri perayaan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia di Jakarta, awal pekan ini.
Rai berharap kegiatan pertemuan maupun konferensi dari kalangan kantor pemerintah yang diselenggarakan di Bali bisa kembali marak seperti dulu dan membuat industri pariwisata kian menggeliat.
Ia menjelaskan tahun ini Presiden Jokowi menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mencanegara ke Indonesia, 40% di antaranya masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dan sisanya lewat Jakarta serta Batam.
Rai menyebut kendati Kementerian Pariwisata menargetkan 8 juta wisman, Bali sendiri memasang target 7 juta sedangkan Pemkab Badung berharap bisa mendatangkan 6,8 juta wisman.
Selain itu, yang tak kalah penting adalah kunjungan wisatawan domestik yang dipatok 12 juta orang diharapkan melampaui target dengan adanya penurunan harga tiket pesawat mulai Kamis (14/2/2019) yang dilakukan 4 maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan NAM Air yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group.
Ia menambahkan jika kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bali mencapai 20 juta orang tingkat hunian kamar hotel rata-rata akan mencapai 68%. Idealnya, Bali kedatangan 10 juta wisman dan 15 juta wisatawan domestik agar okupansi mencapai 75% seperti yang pernah dialami beberapa tahun lalu.
“Oleh karenanya, kami sangat gencar melakukan promosi baik di dalam maupun di luar negeri, karena saat ini di Bali terdapat sekitar 145 ribu kamar, yang sekitar 3 tahun lalu berjumlah 135 ribu kamar, 75% di antaranya berada di wilayah Kabupaten Badung,” kata Rai. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel bali

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top