Redam Protes via Medsos, Pemkot Denpasar Luncurkan Layanan Mobil Konseling

Kota Denpasar punya cara unik mengurangi masyarakatnya mengeluarkan keluhan di media sosial (medsos) dengan meluncurkan fasilitas mobil konseling Denpasar Ceria.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 30 Desember 2018  |  13:48 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Kota Denpasar punya cara unik mengurangi masyarakatnya mengeluarkan keluhan di media sosial (medsos) dengan meluncurkan fasilitas mobil konseling Denpasar Ceria.

Layanan terbaru ini ditujukan bagi seluruh warga Denpasar dari berbagai usia baik anak-anak hingga lansia. Petugas di dalam layanan bergerak ini siap memberikan layanan konsultasi gratis kepada masyarakat yang menghadapi berbagai permasalahan.

Berdasarkan data BPS Bali, jumlah penduduk di ibu kota Pulau Dewata ini sebanyak 897.300 orang pada 2016. Belum diketahui bagaimana metode pelayanan bergerak ini bisa menjangkau jumlah masyarakat sebanyak itu.

Namun, Ketua PKK Kota Denpasar Selly D. Mantra menuturkan layanan bergerak ini merupakan program inovasi jemput bola dengan tujuan memberikan solusi terhadap permasalahan psikologis warga Denpasar. 

"Hadirnya mobil konseling ini merupakan salah satu langkah mewujudkan masyarkat Denpasar yang bahagia," jelasnya melalui keterangan resminya Minggu (30/12/2018).

Selly tidak merinci jumlah mobil bergerak tersebut. Dia menuturkan sebagai ibu kota Provinsi Bali dan tingkat mobilisasi penduduk sangat tinggi  berpotensi membuat situasi stres. Sehingga apabila butuh teman bercerita mengenai masalah psikologi, cemas dan sebagainya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. 

Dia menegaskan bahwa perkembangan IT yang begitu pesat sekarang ini menyebabkan kebanyakan masyarakat curhat melalui media sosial. Hal ini sering membahayakan apabila adanya saran yang kurang baik saat curhat di medsos. Untuk itulah pihaknya menghadirkan mobil konseling Denpasar Ceria untuk memberikan solusi berbagai permasahalan yang di hadapi masyarakat. 

“Terkadang masukan di sosial media cenderung memperkeruh suasana, hal inilah yang ingin diminimalisir dampaknya sehingga masyarakat mendapat solusi yang tepat,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
denpasar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top