Usai Annual Meeting IMF-WBG 2018, Okupansi Hotel di Bali Tetap Tinggi

Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Bali tercatat masih cukup tinggi yakni sebesar 70%-80% usai digelarnya Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  13:29 WIB
Usai Annual Meeting IMF-WBG 2018, Okupansi Hotel di Bali Tetap Tinggi
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen. - Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, DENPASAR – Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Bali tercatat masih cukup tinggi yakni sebesar 70%-80% usai digelarnya Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018.

Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra mengatakan selama Annual Meeting IMF-WBG 2018, okupansi penginapan berbintang di Bali tercatat mencapai 95%. Walaupun, terjadi penurunan sekitar 15% setelah kegiatan tersebut usai tapi okupansi masih tergolong tinggi.

Menurutnya, okupansi hotel di Bali pada Oktober 2018 jauh lebih baik dari kondisi periode yang sama tahun lalu. Biasanya, rata-rata okupansi hotel per hari pada Oktober hanya berkisar di angka 65%-70%.

“Selama IMF dan setelahnya, banyak juga hotel dalam 1-2 pekan yang okupansinya mencapai 100%,”  sebut Ricky kepada Bisnis, Rabu (17/10/2018).

Dia menerangkan rata-rata hampir seluruh hotel di Bali mencatat okupansi yang cukup tinggi. Terutama, yang berada di kawasan Nusa Dua hingga Benoa.

Kondisi ini diharapkan stabil hingga bulan depan. Apalagi, pada November 2017, Bali dihadapkan dengan aktivitas Gunung Agung yang sangat berpengaruh pada okupansi hotel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  okupansi hotel di Bali terus mengalami penurunan selama aktivitas Gunung Agung meningkat.

Pada September 2017, okupansi tercatat 72,64% atau turun 2,22% dibandingkan kondisi bulan sebelumnya. Pada Oktober 2017, okupansi tercatat 65,93% lebih rendah 6,71% dari bulan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada November 2017, yakni sebesar 11,85%, sehingga okupansi menjadi 54,08%. Kondisi pada bulan berikutnya pun tidak jauh beda, di mana okupansi mencapai 50,66% atau menyusut 3,42%.

Okupansi baru meningkat pada Januari 2018, ketika tingkat keterisian kamar naik 2,31% dari bulan sebelumnya menjadi 52,97%.

“Sekarang okupansi masih stabil, mudah-mudahan berlanjut terus, tidak seperti dulu yang November mengalami penurunan,” ucap Ricky. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel bali, annual meetings IMF-World Bank

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top