Bisnis.com, MANGUPURA – Gubernur Bali I Wayan Koster mengultimatum PLTU Celukan Bawang eksisting untuk mengkonversi bahan bakarnya dari batubara menjadi gas dalam tempo 3 tahun dari sekarang.
Adapun untuk rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang tahap kedua juga diminta tidak menggunakan bahan bakar batubara tetapi memakai gas.
Koster menegaskan instruksi itu sudah diterima oleh investor kedua pembangkit di Bali Utara tersebut dan apabila tidak dipenuhi, maka pihaknya tidak akan memberikan izin operasi bagi PLTU Celukan Bawang tahap dua.
"Saya akan berikan izin beroperasi asalkan diubah menjadi gas. Kalau tidak, izinnya saya cabut. Sudah bicara empat mata dengan investor, dan saya katakan supaya jangan pikirkan untung saja tetapi jangka panjang dan sustainable. Akhirnya sepakat," paparnya di sela-sela penandatangan kesepakatan pemanfaatan gas LNG untuk industri perhotelan Bali di Kuta, Kamis (4/10/2018).
Dia mengatakan akibat PLTU Celukan Bawang, cuaca di sekitarnya menjadi panas dan ikan-ikan berpindah tempat.
Menurutnya, dengan mengkonversi batubara menjadi gas maka akan membantu upaya pemda menjadikan Bali tidak hanya hijau dan bersih tetapi juga indah.
Koster menegaskan ultimatum ke investor Celukan Bawang dipaparkan secara formal dan dianggap sudah tuntas. Namun, jika diperlukan dalam bentuk tertulis maka akan dibuatkan.
"Kalau enggak ya kita beri sanksi," ujarnya tanpa merinci bentuk sanksinya.