Ubud Butuh 30 Unit Shuttle Bus Untuk Urai Kemacetan

Oleh: Feri Kristianto 13 Mei 2018 | 16:13 WIB
Kendaraan merayap menuju Ubud, Kabupaten Gianyar Bali./Bisnis.com-Tim Jelajah Jawa-Bali

Bisnis.com, DENPASAR—Kawasan Ubud membutuhkan sebanyak 30 unit shuttle bus untuk dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di daerah pariwisata ini.

Sekretaris Dishub Gianyar Rai Ridhata mengatakan saat ini baru tersedia 5 unit shuttle bus dan dinilai jumlah tersebut jauh dari ideal. Menurutnya, ketersediaan bus pengumpan dalam jumlah banyak diperlukan untuk mengantarkan pengunjung dari sentral parkir ke lokasi tujuan.

“Kami mengharapkan ada keterlibatan pihak swasta entah dalam bentuk CSR untuk ikut berkontribusi menyediakan shuttle bus,” jelasnya, Minggu (13/5/2018).

Dijelaskan olehnya, Pemkab Gianyar beserta masyarakat Ubud sudah sepakat mensterilkan pinggir jalan dari parkir kendaraan. Tujuannya, agar lalu lintas kendaraan yang melewati kawasan Ubud lancar tanpa adanya kendaraan parkir yang mempersempit lajur.

Adapun lokasi parkir bagi kendaraan umum disiapkan di titik tertentu, salah satunya dekat objek wisata Mongkey Forest.

Bagi pengusaha, disarankan menyediakan fasilitas parkir untuk karyawannya. Selama ini, salah satu penyebab kemacetan di daerah wisata ini karena pemilik banyak kendaraan milik karyawan parkir di pinggir jalan.

Rai menuturkan keberadaan shuttle bus tersebut untuk mengantarkan pemilik kendaraan maupun wisatawan dari pusat parkir ke lokasi tujuan.

Dia menegaskan 30 unit shuttle bus akan dapat memperlancar arus pergerakan penumpang dari pusat parkir menuju daerah tujuan.

“Sekarang ini jumlah shuttle bus masih terbatas sehingga kami belum terlalu ketat. Sudah mengajukan ke pusat supaya dibantu 20 unit shuttle bus tetapi katanya belum prioritas,” jelasnya.

Dia menekankan Pemkab Gianyar sudah menargetkan pada 2019 mendatang, seluruh armada dan lokasi pusat parkir tersedia sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Diakuinya, saat ini kemacetan masih terjadi tetapi volumenya semakin berkurang disebabkan adanya kesepakatan dari pengusaha dan masyarakat untuk tidak parkir di pinggir jalan.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya