Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspansi Bisnis, Samator Group Bakal Bangun Pabrik Alat Kesehatan Hingga Pabrik Hidrogen

Induk emiten gas PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), Samator Group bakal mengembangkan bisnisnya ke alat kesehatan dan energi terbarukan.
Presiden Direktur Samator Group, Rachmat Harsono.
Presiden Direktur Samator Group, Rachmat Harsono.

Bisnis.com, DENPASAR - Induk emiten gas PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), Samator Group bakal mengembangkan bisnisnya ke alat kesehatan dan energi terbarukan. Perusahaan yang dikenal dengan produsen gas ini sudah menggandeng sejumlah investor untuk ekspansi. 

Presiden Direktur Samator Group, Rachmat Harsono akan bekerjasama dengan sejumlah mitra atau investor untuk pengembangan bisnis alat kesehatan dan energi terbarukan seperti LNG, CNG hingga bisnis PLTS. Untuk pembangunan pabrik alat kesehatan, Samator telah melakukan joint venture dengan C & U.

Kemudian di bidang penelitian dan pengembangan mengenai pengembangan engineering dan teknologi di bidang gas industri, Liquified Natural Gas (LNG), Cyrogenic, EPC, industri kesehatan dan bisnis energi terbarukan, Samator menggandeng Sichuan Shudao Equipment & Technology Co. Ltd. 

Samator juga melakukan joint venture dengan PT Masdar Mitra Solar Radiance dan Utomo SolarRUV untuk menggarap bisnis PLTS. Kemudian untuk pengembangan bisnis hidrogen khususnya pabrik hidrogen Samator menggandeng Beijing Sinohy Energy Co, Ltd.

Rachmat menjelaskan joint venture ini merupakan langkah konkret Samator Group dalam mendukung kebijakan pemerintah mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menurutnya potensi pasar bisnis energi terbarukan dan alat kesehatan di Indonesia masih sangat besar. 

"Bisnis alat kesehatan dan energi terbarukan potensinya masih sangat besar, walaupun batubara mungkin tidak tergantikan, akan tetapi bagaimana menurunkan kadar emisi dengan dekarbonisasi terus dilakukan, apalagi perhatian global ke EBT semakin meningkat," jelas Rachmat di Denpasar, Selasa (7/5/2024). 

Rachmat menyebut pabrik alat kesehatan Samator nantinya akan memproduksi alat kesehatan seperti CT Scan, MRI, hingga instalasi rumah sakit. Sebelumnya Samator merupakan penyuplai oksigen untuk rumah sakit. 

Walaupun tidak menyebutkan nilai investasi secara spesifik, Rachmat menyebut nilai investasi yang akan direalisasikan lumayan besar, karena menurut Rachmat investasi tidak hanya dilakukan di pembangunan pabrik, tetapi juga hingga investasi di sumber daya manusia (SDM). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler