Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei BI: Kinerja Penjualan Eceran Bali Meningkat 0,6%

Tren peningkatan kinerja penjualan eceran di Bali terus terjadi dalam 11 bulan terakhir.
Suasana lengang pusat perbelanjaan./Bisnis-Nurul Hidayat.
Suasana lengang pusat perbelanjaan./Bisnis-Nurul Hidayat.

Bisnis.com, DENPASAR – Survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat kinerja penjualan eceran di Bali pada Januari 2024 meningkat, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang diproyeksikan sebesar 109,4 atau secara bulanan meningkat 0,6% (mtm), dibandingkan dengan periode Desember 2023 yang tercatat sebesar 108,7.

Tren peningkatan kinerja penjualan eceran di Bali terus terjadi dalam 11 bulan terakhir seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian di Bali. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Bali sepanjang tahun 2023 yang mencapai 5,71% (yoy) atau menduduki peringkat ke-6 tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan kenaikan indeks penjualan eceran di Bali juga dipengaruhi upaya untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia.

“Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2024, Bali tercatat mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0,09% (mtm). Secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 2,61% (yoy) atau tetap berada pada kisaran sasaran inflasi tahun 2024, yaitu 2,5±1% (yoy),” jelas Erwin dari  keterangan resminya, Jumat (23/2/2024).

Erwin menambahkan meningkatnya penjualan eceran di Bali pada Januari 2024 didorong oleh kenaikan pada sebagian besar kelompok barang terutama sub kelompok sandang sebesar 8,0% (mtm), kelompok barang lainnya sebesar 4,8% (mtm), dan kelompok suku cadang dan aksesoris sebesar 3,8% (mtm). Terdapat satu kelompok barang yang mengalami kontraksi yaitu kelompok barang peralatan informasi dan komunikasi sebesar 2,4% (mtm).

Pertumbuhan IPR Bali pada periode laporan lebih baik dibandingkan dengan IPR Nasional yang proyeksikan terkontraksi sebesar 1,0% (mtm) yakni dari 218,1 pada Desember 2023 menjadi 216,0 pada Januari 2024.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper