Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Pacu Pembiayaan ke Petani dan Peternak di Bali

Penyaluran pembiayaan kepada petani dialokasikan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Potret uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000./Bloomberg-Brent Lewin
Potret uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000./Bloomberg-Brent Lewin

Bisnis.com, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk fokus dalam penyaluran pembiayaan atau kredit kepada petani dan peternak yang sesuai dengan potensi masing–masing daerah di Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan OJK bersama Pemprov Bali telah menetapkan program kerja tahun 2024 yaitu penyaluran Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) pertanian dan peternakan sesuai dengan komoditas unggulan masing-masing daerah. 

“Melalui K/PSP harapannya dapat menjadi program value chain financing untuk sektor pertanian yang berbasis ekosistem serta mengurangi disparitas penyaluran kredit dan pembiayaan pada sektor tertentu sehingga dapat meningkatkan penyaluran kredit/pembiayaan pada sektor pertanian untuk mendukung komoditas unggulan daerah,” jelas Puji dari siaran pers, Kamis (22/2/2024)

Penyaluran pembiayaan kepada petani dialokasikan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR), OJK mencatat sepanjang 2023, penyaluran KUR ke sektor pertanian sebesar 16% dari Rp Rp8,86 triliun KUR yang sudah disalurkan pada 2023.

Selain itu juga terdapat program satu rekening satu pelajar dan satu sekolah Satu Agen Laku Pandai (KejarKu Pandai), serta Akademi UMKM Bali Nadi Jayanti yang dikhususkan untuk pengembangan startup UMKM milik Perempuan dan Penyandang Disabilitas.

TPAKD dapat menambahkan program unggulan dari masing-masing daerah seperti pembiayaan melawan rentenir dari TPAKD Provinsi Bali melalui BPD Bali, KURDA Gianyar Aman Sejahtera TPAKD Kabupaten Gianyar yang menyasar keluarga pra sejahtera di Kabupaten Gianyar dan program pembiayaan calon Pekerja Migran Indonesia oleh TPAKD Kabupaten Bangli.

Selanjutnya, ada program Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera atau Sidi Kumbara untuk mendukung permodalan UMKM perintis dari TPAKD Kabupaten Badung, program SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan) yang mengkonversi penjualan sampah menjadi tabungan dari TPAKD Kota Denpasar, dan program Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI) yang dilaksanakan di Desa Bengkala. Pada tahun 2024 direncanakan akan dilaksanakan juga program GM EKI di Wilayah Nusa Penida. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper