KEK Ditargetkan Dongkrak Kontribusi Pariwisata Terhadap Pendapatan Daerah

Kalau ingin kunjungan wisman naik, maka harus ada pengembangan destinasi baru, oleh sebab itu kami mengmbangkan KEK Kesehatan Sanur.
Menteri BUMN Erick Thohir./Bisnis-Rika A.
Menteri BUMN Erick Thohir./Bisnis-Rika A.

Bisnis.com, DENPASAR – Hadirnya sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seperti KEK Kesehatan Sanur, KEK Kura - Kura, Mandalika hingga Labuan Bajo ditargetkan bisa meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 3% menjadi 6%.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kontribusi pariwisata 3% atau sekitar Rp700 triliun terhadap PDB masih kecil jika dibandingkan dengan negara lainnya yang pariwisatanya sudah lebih maju seperti Thailand yang kontribusi pariwisata terhadap PDB mencapai 20%, kemudian Malaysia dan Singapura di angka 13% - 15%. Tingginya kontribusi pariwisata terhadap perekonomian negara - negara tersebut karena tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke negara tersebut jauh di atas Indonesia. 

Thailand misalnya selalu menempati urutan pertama di Asean untuk kunjungan Wisman, pada 2018, kunjungan wisman ke Thailand mencapai 38,3 juta, jauh di atas Indonesia yang baru dikunjungi 15,8 juta wisatawan. Pada 2022 ketika pergerakan wisatawan masih dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, Thailand tetap menempati urutan pertama dengan kunjungan mencapai 11,5 juta, jauh di atas Indonesia yang hanya dikunjungi 5,47 juta wisman. 

Menurut Erick untuk memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi pariwisata, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, harus dilakukan melalui roadmap besar yang sudah disusun oleh pemerintah. Munculnya sejumlah KEK dan destinasi pariwisata super prioritas salah satu implementasi dari roadmap pariwisata nasional. KEK Pariwisata dibangun dengan menjaga karakter atau kearifan lokal daerah tersebut, seperti Labuan Bajo yang dibangun dengan menjaga kelestarian alam di kawasan tersebut. 

Salah satu KEK yang diproyeksikan mendatangkan banyak wisatawan adalah KEK Kesehatan Sanur. Dengan investasi Rp10 triliun dari BUMN dan swasta, KEK Kesehatan Sanur diproyeksikan menjadi pusat kesehatan berstandar internasional pertama di Bali, dengan melibatkan sejumlah lembaga kesehatan ternama seperti Mayo Clinik dan Alster Lake Clinik dan investor lainnya dibidang kesehatan.

“Kalau ingin kunjungan wisman naik, maka harus ada pengembangan destinasi baru, oleh sebab itu kami mengmbangkan KEK Kesehatan Sanur, dimana satu kawasan yang tidak hanya pariwisata tetapi juga kawasan Kesehatan berstandar internasional. Begitu juga dengan Mandalika dan Labuan Bajo, targetnya agar kontribusi pariwisata terhadap PDB bisa naik, saat ini baru 3%, jauh lebih kecil dibandingkan sektor lainnya seperti pertambangan,” jelas Erick saat konferensi pers, Selasa (30/1/2023). 

Walaupun tidak menyebutkan target kunjungan ke KEK Sanur secara spesifik, Erick menyebut KEK Sanur bisa mencegah Warga Indonesia berobat ke luar negeri yang jumlahnya bisa mencapai 2 juta orang per tahun, dan mengamankan potensi devisa Rp97 triliun yang selama ini lari ke luar negeri.

Pengembangan berbagai KEK bisa mengurangi beban Bali yang selama ini selalu di targetkan kunjungan wisatawan paling tinggi, seperti di 2023 saja target kunjungan wisman ke Bali mencapai 7 juta wisman, sedangkan Bali juga sedang menghadapi sejumlah masalah seperti kemacetan hingga lingkungan. Erick menyebut jika ingin melampaui negara lainnya harus dilakukan dengan roadmap yang jelas dan sinergi semua pihak, tidak bisa dibebankan ke satu daerah atau pihak saja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper