Simak Dampak dan Manfaat Program Industrialisasi di NTB

Industrialisasi di lapangan usaha kuliner, dan pengolahan produk alam menjadi barang jadi paling banyak berkembang di NTB.
Ayam rarang menjadi wisata kuliner yang terkenal di Lombok, NTB/Grab
Ayam rarang menjadi wisata kuliner yang terkenal di Lombok, NTB/Grab

Bisnis.com, DENPASAR – Program industrialisasi yang dimulai sejak lima tahun lalu untuk kalangan usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Nusa Tenggara Barat mulai menunjukkan hasil dengan bermunculannya produk - produk lokal baru atau hasil pengembangan dari produk sebelumnya. 

Industrialisasi di lapangan usaha kuliner, dan pengolahan produk alam menjadi barang jadi paling banyak berkembang di NTB. Pada lapangan usaha kuliner, dari awalnya kuliner rumahan biasa untuk makan di tempat atau bungkus, kini usaha - usaha kuliner khas NTB bisa menyediakan produknya sebagai oleh-oleh, yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan.

Contoh kuliner yang sudah dikemas adalah sate rembiga, ayam taliwang, ayam rarang, ikan marlin hingga telur asin, kemudian berbagai produk kue khas NTB. Bahkan salah satu produk olahan seperti telur asin Organik Lombok, sudah memiliki pelanggan tetap di luar daerah seperti Bali hingga Pulau Jawa. 

Pada lapangan usaha pengolahan, dengan intervensi atau pembinaan Pemprov NTB, banyak produk olahan di NTB mulai berkembang dan bahkan sudah dilirik di pasar nasional.

Misalnya saja olahan kelapa di Kabupaten Lombok Utara. Melalui program pemberdayaan ekonomi berfokus pada pengolahan kelapa terpadu, Dinas Perindustrian berhasil mendorong petani pesisir untuk mengolah kelapa menjadi minyak kelapa, serat, dan arang.

Dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah, program ini memusatkan perhatian pada pengolahan kelapa secara holistik. Warga lokal akan dilibatkan dalam produksi minyak kelapa, serat, dan arang, menciptakan rantai nilai yang berkelanjutan dan memberdayakan komunitas secara menyeluruh. 

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti menjelaskan kunci utama dari program industrialisasi ini sudah melalui tahapan pajang, mulai dari langkah pertama adalah pelatihan dan edukasi kepada para pelaku usaha, seperti edukasi masyarakat pesisir. Mereka akan menerima pelatihan keterampilan dalam pengolahan kelapa terpadu, memungkinkan mereka menjadi ahli dalam berbagai tahapan produksi.

Kemudian kedua, Infrastruktur Pendukung. Hal ini dimaksudkan dukungan pusat pengolahan kelapa, fasilitas penyimpanan, dan aksesibilitas transportasi akan ditingkatkan untuk mempercepat proses produksi dan distribusi.

Ketiga, dukungan pasar dan pemasaran. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memastikan pemasaran dan distribusi produk ke pasar lokal dan regional, memperluas jangkauan dan potensi keuntungan bagi masyarakat pesisir.

Terakhir adalah kemitraan akses modal ke perbankan. Kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga keuangan, dan pihak terkait akan ditingkatkan untuk memberikan dukungan keuangan dan kemitraan yang dapat meningkatkan daya saing produk-produk hasil pengolahan kelapa.

"Program pemberdayaan ini bukan hanya pada tahap produksinya, tetapi juga memberikan kehidupan baru bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk menciptakan dampak positif jangka panjang dan memastikan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Pemenang Lombok Utara” Lanjut Nuryanti dari keterangannya yang diterima Bisnis, Kamis (25/1/2023).

Kini Dinas Perindustrian mendorong pelaku usaha untuk mendaftarkan produknya ke Kementerian Hukum dan HAM agar mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), terutama kuliner yang memang khas daerah seperti plecing, ayam taliwang, ayam rarang, dan sate rembiga sebagai kekayaan komunal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper