NTB Buka Karpet Merah untuk Investasi di Sektor Unggulan

Penjajakan kepada investor terus dilakukan baik dalam maupun luar negeri, Pemprov NTB juga menawarkan kemudahan perizinan demi mengejar realisasi investasi.
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka lebar pintu investasi di 2024 terutama di sejumlah sektor unggulan seperti pariwisata dan kelautan dan perikanan yang memang menjadi andalan NTB.

Penjajakan kepada investor terus dilakukan baik dalam maupun luar negeri, Pemprov NTB juga menawarkan kemudahan perizinan demi mengejar realisasi investasi. Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menjelaskan sejumlah investor sudah berkomitmen untuk berinvestasi di sektor pariwisata berkelanjutan di Lombok Timur.

Gita menyebut investornya PT Eco Solutions Lombok (ESL), akan membangun eco resort berupa medical tourism di kawasan Tanjung Ringgit, Lombok Timur. Pembangunan tersebut mengusung konsep eco green atau ekonomi hijau, dengan melestarikan lingkungan alam dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Pemerintah Swedia dan Indonesia juga tergabung dalam sebuah kerjasama yang bernama Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SIS).

Selain itu, Pemprov NTB juga menjajaki pengembangan potensi laut NTB dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Gita meminta BRIN membantu pengembangan potensi laut di Lombok Selatan dan Teluk Saleh Sumbawa, seperti pengembangan rumput laut sehingga bisa menarik minat investor dan berdampak terhadap ekonomi daerah.

Menurut Gita kehadiran investor sangat penting dalam pembangunan NTB, karena potensinya yang besar namun belum bisa tergarap secara optimal.

"NTB merupakan salah daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi, tentu fasilitas dan sarananya harus mendukung dengan menghadirkan para investor. Termasuk di sektor kelautan, mudahan para investor ke depannya bisa tertarik untuk datang ke NTB untuk berinvestasi terhadap potensi laut kita " jelas Gita dikutip dari keterangan resminya, Rabu (24/1/2023).

Sementara itu, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian menjelaskan pihaknya bersama rombongan telah mengunjungi Ekas dengan potensi rumput lautnya di wilayah selatan Lombok Timur. BRIN mendorong adanya kerja sama secara berkelanjutan antara kelompok masyarakat setempat dengan Universitas Mataram (Unram) sehingga pengembangan lebih optimal.

"Potensinya luar biasa sehingga perlu kita kembangkan secara signifikan," ujar Octavian.

Selain itu, Pemprov NTB juga menjajaki investasi dengan Korea Selatan di bidang green energy dan green technology. Menurut Gita NTB termasuk daerah yang siap dalam pengembangan green energy terutama untuk mendukung sektor pariwisata berkelanjutan. Gita mengklaim NTB sudah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan di Gili Trawangan, Meno dan Gili Air, dimana tidak ada kendaraan dengan BBM di pulau tersebut.

Dalam pertemuan bersama JuneWoo Ryu, Co founder dan Presiden Gridwiz Inc dan Xion Seoungha Shin, Division Head Business Department, Pemprov NTB menjajaki kemungkinan pengembangan kawasan tertentu di perkotaan yang mobilitasnya dikelola secara elektronik mulai dari sepeda elektrik sampai mobil berbasis aplikasi. Pihak Gridwiz merencanakan memulai di lingkungan kampus Universitas Mataram atau taman kota.

Sebagai informasi, realisasi investasi di NTB hingga Kuartal III/2023 sudah tembus Rp25,9 triliun. Sudah melampaui realisasi di 2022 yang nilai Rp21,6 triliun. Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi hingga kuartal III/2023 sudah melampaui target Kementerian Investasi, dimana NTB ditarget Rp22,8 triliun.

Realisasi investasi tersebut berasal dari berbagai sektor terutama sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), pariwisata dan perindustrian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper