Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Batik Air Tambah Rute Penerbangan Bali - Makassar

Saat ini Bandara Ngurah Rai telah melayani sebanyak 20 rute domestik yang dilayani 11 maskapai.
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, DENPASAR - Penerbangan Bali - Makassar bakal semakin ramai setelah maskapai beroperasi mulai 11 Januari 2024 dengan jadwal rute keberangkatan dari Makassar - Bali Pukul 05.50 WITA dan kembali dari Bali – Makassar pukul 19.15 WITA. 

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menjelaskan beroperasinya Batik Air rute Makassar menambah jumlah maskapai yang sebelumnya telah melayani penerbangan langsung dari dan ke Makassar melalui l – Bali yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. 

Menurut Handy, masuknya Batik Air tidak lepas dari permintaan pengguna jasa cukup tinggi di rute Bali - Makassar,  yang sekaligus akan turut menambah jumlah catatan trafik yang kami layani di tahun ini. 

"Dari catatan kami, rute Makassar merupakan salah satu rute domestik tersibuk pada bulan Desember 2023, yang berada di peringkat ketiga dengan jumlah penumpang 48.879. Di peringkat pertama rute Jakarta dengan 486.080 penumpang serta peringkat kedua rute Surabaya 142.781 penumpang,” jelas Handy, Jumat (12/1/2023). 

Saat ini Bandara Ngurah Rai telah melayani sebanyak 20 rute domestik yang dilayani 11 maskapai. Selain rute Makassar, di bulan Januari akan ada tambahan rute baru ke Lampung dan penambahan frekuensi penerbangan ke Balikpapan.

Sementara itu, untuk rute internasional yang dilayani adalah sebanyak 36 rute dengan 37 maskapai penerbangan. Bandara Ngurah Rai memproyeksikan dapat melayani 23,6 juta penumpang di tahun 2024.

Handy menyebut pada 2023 jumlah penumpang mencapai 21,4 juta penumpang atau meningkat hingga 71% dibanding jumlah penumpang tahun sebelumnya.

Kehadiran tambahan frekuensi yang menghubungkan Pulau Bali dan Sulawesi ini diharapkan dapat melengkapi kebutuhan masyarakat dengan beragam pilihan jam keberangkatan dari beberapa perusahaan pengangkut atau maskapai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper