Urai Kemacetan, Jalan Tembus Canggu Tibubeneng Mulai Beroperasi

Beroperasinya jalan tembus/shortcut ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan Canggu.
Kawasan Canggu di Bali, merupakan salah satu titik wisata populer di Badung bagian selatan./Istimewa
Kawasan Canggu di Bali, merupakan salah satu titik wisata populer di Badung bagian selatan./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Jalan shortcut Canggu Tibubeneng yang berlokasi di Simpang Padonan mulai beroperasi dan sudah bisa digunakan oleh pengendara dan wisatawan yang akan menuju Canggu.

Shortcut yang dibangun dengan biaya Rp31,2 miliar yang didanai oleh APBD Badung ini memiliki panjang 335 m, lebar 8 meter, dilengkapi dengan pedestrian yang dibangun diatas tanah seluas 26 are. Pembangunan jalan menelan biaya Rp6,2 miliar dan pembebasan lahan menghabiskan dana Rp25 miliar.

Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta menjelaskan beroperasinya shortcut ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan Canggu. Jalan di kawasan Canggu yang memang kecil membuat selama ini sering terjadi kemacetan Panjang, terutama di jam tertentu seperti pagi, siang dan sore hari. Kemacetan diakibatkan karena jalan raya di Canggu yang kecil dilewati oleh berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga bus pariwisata.

"Ini merupakan salah satu upaya kami Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengurai kemacetan. Kami pastikan setelah kita buka ini untuk kepentingan umum, lalu lintas jadi lancar tidak macet seperti saat ini," jelas Giri, Kamis (11/1/2023).

Canggu saat ini memang menjadi destinasi terfavorit di kawasan Badung Selatan, banyak wisatawan Mancanegara dan Nusantara memilih berlibur di Canggu, kunjungan ke Canggu semakin meningkat ketika banyak klub malam mulai beroperasi. Meningkatnya kunjungan ini otomatis meningkatkan volume kendaraan di Canggu, karena Bali belum memiliki transportasi public yang memadai.

Ada beberapa alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengurai kemacetan seperti pembangunan flyover dan pembangunan jalan lintas Selatan. Akan tetapi menurut Giri, saat ini Pemkab Badung dilarang untuk membangun flyover, maka alternatif lain akan digunakan seperti akan memperlebar jalan yang ada di Batubelig, Tunon Umalas menuju Berawa.

"Kami memang tidak diperbolehkan membangun flyover, kalaupun misal ke depan dibolehkan membangun flyover saya kira kemacetan gampang diurai. Setelah ini kami akan memperlebar jalan yang ada di Batubelig, Tunon Umalas menuju Berawa. Semoga bisa segera lakukan itu sehingga betul-betul kawasan ini yang merupakan destinasi wisata kemacetannya bisa terurai," ujar Giri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper