Petani Milenial di Bali Hanya 15,18 Persen

Kecilnya jumlah petani muda di Bali ini tidak lepas dari alih fungsi lahan yang masih masif terjadi, dan menghilangkan lahan produktif di Bali.
Petani memanen padi di Subak Pulagan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar./Bisnis-Feri Kristianto
Petani memanen padi di Subak Pulagan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar./Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR – Pertumbuhan petani muda di Bali tercatat tidak menggembirakan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah petani milenial di Bali hanya 54.908 orang atau 15,18 persen dari total petani Bali yang jumlahnya 361.673 orang.

Kecilnya jumlah petani muda di Bali ini tidak lepas dari alih fungsi lahan yang masih masif terjadi, dan menghilangnya lahan produktif di Bali. Setiap tahun Bali kehilangan minimal 700 hektare lahan produktif akibat dialihfungsikan menjadi bangunan, baik untuk tempat tinggal maupun untuk kepentingan pariwisata. Tumbuhnya sektor pariwisata yang membuka lapangan kerja luas bagi generasi muda Bali juga turut memberi kontribusi lambatnya regenerasi petani muda di Bali.

Kepala BPS Bali, Endang Sri Retno Subiyandani menjelaskan jumlah petani milenial di Bali petani milenial dengan rentang usia 19-39 tahun tersebar paling banyak di Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Bangli. Tiga daerah ini memang masih mengandalkan pertanian sebagai penggerak ekonomi.

“Kabupaten/Kota dengan petani milenial umur 19–39 tahun terbanyak adalah Kabupaten Buleleng sebanyak 15.634 orang atau sekitar 28,47 persen dari keseluruhan petani milenial umur 19–39 tahun di Provinsi Bali. Sementara itu, kabupaten/kota dengan jumlah petani milenial umur 19–39 tahun terbanyak kedua dan ketiga adalah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli dengan masing-masing sebanyak 12.474 orang atau 22.725 dan 9.194 atau 16,74 %,” jelas Endang dikutip dari siaran pers, Rabu (6/12/2023).

Dari jumlah tersebut, petani milenial yang sudah memanfaatkan teknologi sejumlah 23.162 petani, sedangkan petani milenial yang belum memanfaatkan teknologi sebanyak 31.746 petani. Dari data tersebut, terlihat jumlah petani milenial yang konvensional atau belum memanfaatkan teknologi masih lebih besar. 

Padahal menurut Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, petani  milenial didorong sebagai pelopor dalam pemanfaatan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper