Ekonomi NTB Diproyeksikan Tumbuh 4,1% pada 2024

Pertumbuhan ekonomi NTB saat ini ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, membaiknya kinerja ekspor NTB.
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist

Bisnis.com, DENPASAR – Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2024 diproyeksikan tumbuh di rentang 3,3 % - 4,1% seiring dengan membaiknya kinerja sejumlah lapangan usaha yang menopang ekonomi NTB.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya, pertumbuhan ekonomi NTB saat ini ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, membaiknya kinerja ekspor NTB setelah keran ekspor tambang kembali dibuka. Kemudian proses pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sudah mulai juga turut andil dalam pertumbuhan ekonomi NTB.

Pertumbuhan positif pada 2023 ini juga semakin berkualitas dengan terkendalinya inflasi NTB, yang berada di rentang 3%. “Tren positif ini kami proyeksikan akan berlanjut di 2024, dimana kinerja sektor utama akan semakin meningkat dan inflasi terkendali di angka 2,5%,” jelas Winda dikutip dari siaran pers, Kamis (30/11/2023).

Walaupun kinerja ekonomi pada 2024 trennya meningkat, Winda mengungkap sejumlah faktor penghambat ekonomi perlu diwaspadai, seperti gejolak geopolitik global yang masih berpotensi menimbulkan gangguan dari sisi supply dan mendorong tekanan inflasi secara nasional maupun regional.

Menurut Winda NTB perlu memperkuat produksi komoditas domestik untuk memiminalisir dampak gejolak geopolitik.

Bank Indonesia merekomendasikan penguatan sektor pertanian, dan mulai melakukan pengendalian terhadap alih fungsi lahan yang dapat mengurangi produktivitas pertanian. Kemudian Hilirisasi sektor tambang yang sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi NTB. Pemerintah daerah juga didorong untuk mengoptimalkan belanja daerah untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan tantangan yang tidak mudah di 2024, Winda menyebut Bank Indonesia akan membantu pemerintah dalam pengendalian inflasi NTB.

“Sejumlah langkah sudah kami siapkan seperti melanjutkan program pengendalian inflasi bersama Pemda, mendorong pengembangan UMKM yang meliputi peningkatan produktivitas hingga akses pembiayaan. Kemudian kami juga terus meningkatkan digitalisasi keuangan melalui peningkatan transaksi non tunai, QRIS. Kemudian yang tidak kalah penting NTB kami mendorong NTB memperkuat daya saing pariwisata melalui diversifikasi atraksi, perbaikan amenitas, penguatan aksesibilitas, penguatan pelaku usaha pariwisata,” ujar Winda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper