Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penukaran Uang Baru di Bali Capai Rp1,3 Triliun

Antusias masyarakat untuk menukarkan uang tercatat tinggi sekali, transaksinya sudah di atas Rp1,3 triliun.
Aktivitas penukaran uang baru di Lapangan Parkir Bajra Sandhi, Denpasar pada Senin (17/4/2023)./Bisnis
Aktivitas penukaran uang baru di Lapangan Parkir Bajra Sandhi, Denpasar pada Senin (17/4/2023)./Bisnis

Bisnis.com, DENPASAR – Penukaran uang di Bali hingga pekan ketiga Ramadan mencapai Rp1,3 triliun dan diprediksi akan terus bertambah mendekati Lebaran 2023 yang akan jatuh pada 21 dan 22 April 2023. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali mencatat penukaran uang didominasi oleh pecahan uang pecahan besar sebesar Rp1,1 triliun dan uang pecahan kecil sebesar Rp194 miliar. Masyarakat Bali memanfaatkan kesempatan penukaran uang dibuka sampai 18 April 2023 ini dengan mendatangi gerai penukaran yang dipusatkan di lapangan parkir Bajra Sandhi atau lapangan Renon Kota Denpasar dan mendatangi bank terdekat.

Kepala BI Bali, Trisno Nugroho menjelaskan layanan kas keliling juga dibuka di terminal Mengwi dan pelabuhan Padang Bai pada 17 dan 18 April 2023 untuk memfasilitasi pemudik yang ingin menukarkan uang

“Antusias masyarakat untuk menukarkan uang tercatat tinggi sekali, transaksinya sudah di atas Rp1,3 triliun dan kami menyiapkan uang tunai baru di atas Rp3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas kepada media Bisnis, Senin (17/4/2023).

Selain mengeluarkan kas keliling, Bank Indonesia juga melibatkan 11 Bank Himbara, bank daerah dan bank swasta untuk membuka gerai di lapangan parkir Bajra Sandi Renon. Tujuan pelibatan belasan bank ini untuk mempercepat penukaran uang sehingga tidak terjadi antrian yang terlalu panjang.

Dalam satu hari, BI menargetkan 4.000 orang bisa terlayani dengan hadirnya 11 bank. Setiap bank hadir dengan mobil kas kelilingnya dan beroperasi hingga 18 April 2023 besok.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menjelaskan momen Ramadan 2023 akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang saat ini sedang dalam masa pemulihan.  “Kami melihat antusias masyarakat dalam penukaran uang sangat berbeda dengan tahun lalu dimana Bali masih pandemi, tentu ini menggeliatkan ekonomi Bali,” jelas Tjok Ace. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper