Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bali Bidik Sejuta Wisman pada 2023

Tidak menutup kemungkinan target tersebut akan direvisi jika situasi kepariwisataan menunjukan pertumbuhan yang membaik.
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020)./Antara-Fikri Yusuf.
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020)./Antara-Fikri Yusuf.

Bisnis.com, DENPASAR – Dinas Pariwisata Bali menargetkan kunjungan satu juta wisatawan mancanegara atau wisman sepanjang 2023 dengan pertimbangan kondisi ekonomi global yang masih dihadapkan pada resesi walaupun pandemi sudah berlalu.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, menjelaskan target satu juta wisman pada 2023 tersebut disusun pada 2021 atau saat pandemi masih melanda Bali, sehingga Pemda tidak memasang target terlalu tinggi.

“Tidak menutup kemungkinan target tersebut akan direvisi jika situasi kepariwisataan menunjukan pertumbuhan yang membaik. Terlebih lagi karena perkiraan resesi global dan ketidakpastian perekonomian dunia,” jelas Indah saat dikonfirmasi Bisnis, Selasa (11/1/2023).

Jika dibandingkan dengan kondisi normal target tersebut masih jauh kunjungan saat kondisi normal seperti di 2018 yang kunjungan wisman ke Bali mencapai 6,1 juta. Dinas Pariwisata optimis Bali akan melampaui target sejuta wisman, apalagi di 2022 jumlah kunjungan wisman sudah di atas 1 juta orang.

Indah juga menjelaskan di 2023 kunjungan wisatawan nusantara atau domestik masih mendominasi jika dibandingkan dengan kunjungan wisman. Pemerintah juga sedang menggalakkan kampanye bangga berwisata di Indonesia untuk menggenjot kunjungan wisdom ke Bali dan daerah wisata lainnya.

“Target sektor pariwisata diprioritaskan pada wisatawan nusantara melalui berbagai kampanye Bangga Berwisata di Indonesia saja (BBWI),” ujar Indah.

Dinas Pariwisata Bali pada 2023 menerapkan lima strategi promosi pariwisata, pertama mempertahankan keunggulan kepariwisataan budaya dan mempertahankan alam dan lingkungan atau sustainable tourism. Kedua Bali akan fokus mempromosikan Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga dengan mengadakan event nasional dan internasional di Bali.

Ketiga Bali juga mengembangkan pariwisata kesehatan yang diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisman ke Bali dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

“Kami juga tetap melaksanakan promosi baik secara online (membuat video dan berbagai informasi pariwisata) serta disebarkan melalui berbagai media sosial. Kami juga tetap mempertahankan dan meningkatkan prokes di daya tarik wisata dan sarana pariwisata untuk meningkatkan kepercayaan calon wisatawan,” ujar Indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper