Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hutan Pinus Glagalinggah Kintamani, Destinasi Wisata Baru Saat Nataru

Mayoritas masyarakat di sekitar hutan pinus Glagalinggah bekerja sebagai petani dengan komoditas yang dihasilkan berupa kopi, pisang jeruk, dan kacang-kacangan.
Launching pembukaan hutan pinus Glagalinggah, Kintamani, sebagai destinasi wisata, Selasa (20/12/2022)./Ist
Launching pembukaan hutan pinus Glagalinggah, Kintamani, sebagai destinasi wisata, Selasa (20/12/2022)./Ist

Bisnis.com, DENPASAR – Hutan Pinus Glagalinggah yang berada di desa Kintamani, Kabupaten Bangli yang berstatus sebagai perhutanan sosial mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

Hutan Pinus Glagalinggah terintegrasi dengan Dusun Glagalinggah yang berada di lereng Gunung Batur, Kintamani, dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (Mdpl). sebagai kawasan yang dekat dengan Gunung Batur, hutan pinus ini memiliki potensi yang besar sebagai destinasi wisata baru di Kintamani.

Mayoritas masyarakat di sekitar hutan pinus Glagalinggah bekerja sebagai petani dengan komoditas yang dihasilkan berupa kopi, pisang jeruk, dan kacang-kacangan. Selain itu masyarakatnya juga berprofesi sebagai peternak sapi, babi, dan ayam. Desa Adat Glagalinggah merasa perlu membuat potensi ekonomi baru bagi penduduknya yang semakin bertambah terutama dari generasi muda, saat ini jumlah penduduknya 865 jiwa.

Melihat potensi yang besar, desa adat Glagalinggah kemudian mengembangkan hutan pinus tersebut untuk dijadikan objek wisata. Bendesa Adat Glagalinggah, Wayan Sumadi, menjelaskan pengembangan wisata Hutan Pinus berbasis konservasi dan pelestarian alam, dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Karena konsepnya pelestarian alam, wisatawan yang berkunjung ke hutan pinus Glagalinggah tidak hanya berwisata menikmati pemandangan, tetapi juga melihat belajar cara masyarakat kami menjaga hutan ini dan melestarikan hutan sehingga bisa terjaga hingga saat ini,” jelas Sumadi dikutip, Rabu (21/12/2022).

Sumadi juga menjelaskan dalam pengembangan kawasan wisata hutan pinus, Desa Adat Glagalinggah mendapat pendampingan dari perusahaan swasta PT Tirta Investama. Dibukanya hutan pinus sebagai destinasi baru jelang libur natal dan tahun baru (Nataru), diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kintamani.

Hidupnya hutan pinus ini diharapkan menjadi sumber ekonomi baru selain pertanian dan peternakan, bagi masyarakat Glagalinggah, Kintamani.

Pengembangan kawasan wisata hutan pinus juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang memang sedang fokus dalam pengembangan perhutanan sosial sebagai kawasan wisata.

Direktur Jenderal Kemitraan dan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Jo Kumala Dewi, menjelaskan wisata hutan pinus Glagalinggah akan menjadi rule model perhutanan sosial yang difungsikan sebagai destinasi wisata yang melibatkan desa adat dan pihak swasta.

“Praktik di Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah ini sekarang bisa menjadi model daerah lain untuk pengembangan destinasi yang sama, ini akan menjadi wadah wisata dan edukasi bagi masyarakat. Konsep kolaborasi antara desa adat dan pihak swasta,” jelas Jo.

Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo, menjelaskan kolaborasi dalam pengembangan hutan pinus Glagalinggah dilakukan untuk mendukung komitmen masyarakat setempat yang bertekad memiliki sumber ekonomi baru tetapi sekaligus bisa menjaga hutan diwariskan oleh leluhur mereka.

“Pendampingan yang kami lakukan telah membuahkan hasil dengan lingkungan yang terjaga baik oleh masyarakat dengan kearifan lokalnya. Potensi tersebut menjadikan Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah sebagai salah satu tujuan wisata, kami akan terus mendorong kebaikan tersebut supaya bisa menginspirasi lebih banyak orang,” kata Karyanto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper