Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyaluran Kredit BPR Kanti Mencapai Rp473 Miliar

Penyaluran kredit hingga November 2022 sudah melampaui penyaluran kredit pada 2021 yang nilainya Rp314 miliar, dan juga penyaluran kredit pada 2020.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  12:24 WIB
Penyaluran Kredit BPR Kanti Mencapai Rp473 Miliar
Direktur Utama BPR Kanti I Made Arya Amitaba. - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti hingga November 2022 mencapai Rp475 miliar atau tumbuh 2,32 persen dibandingkan penyaluran pada Oktober 2022.

Penyaluran kredit hingga November 2022 sudah melampaui penyaluran kredit pada 2021 yang nilainya Rp314 miliar, dan juga penyaluran kredit pada 2020 yang nilainya Rp275 miliar. Direktur Utama BPR Kanti, I Made Arya Amitaba menjelaskan semakin membaiknya penyaluran kredit 2022 tidak lepas dari ekonomi Bali yang semakin bergeliat.

“Kredit kami bisa tumbuh pada 2022 karena kami berani memberikan kredit bagi pelaku usaha super mikro, mikro dan kecil walaupun dampak pandemi masih ada, karena prinsip kami harus ada keberanian memberikan keyakinan bagi masyarakat untuk bergerak maju,” jelas Arya kepada media, Rabu (6/12/2022).

Aset BPR Kanti juga tumbuh 3,07 persen pada November 2022, dengan nilai aset hingga November 2022 mencapai Rp579 miliar. Nilai aset BPR Kanti hingga November 2022 naik Rp139 miliar atau tumbuh 31,79 persen jika dibandingkan dengan nilai aset pada 2021 dengan jumlah Rp439 miliar. Arya menargetkan hingga Akhir 2022 nilai aset BPR Kanti bisa mencapai Rp600 miliar.

Arya juga mengungkapkan jika Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tabungan nasabah di BPR Kanti juga tumbuh 3,3 persen (mtm), dengan nilai Rp300 miliar. Bertambah Rp45 miliar jika dibandingkan dengan nilai tabungan pada 2021 yang berjumlah Rp255 miliar.

“Kami juga juga berhasil menjaga Non Performing Loan (NPL) di posisi aman dengan tingkat NPL 2,37 persen. Masih dibawah 3 persen, untuk ukuran BPR tingkat NPL ini sangat bagus, artinya kredit yang kami salurkan lancar dan sehat,” ujar Arya.

Kredit BPR Kanti mayoritas disalurkan kepada pelaku UMKM yang ada di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Pada 2023 BPR Kanti tetap fokus untuk menyalurkan kredit kepada UMKM. Walaupun ada isu resesi, BPR Kanti tetap optimistis jika dunia usaha di Bali tetap tumbuh, dan penyaluran kredit tetap tumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bpr
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top