Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekspor Bali Turun 4,28 Persen pada Oktober 2022

Ekspor sejumlah komoditas turun pada Oktober 2022, seperti ekspor logam mulia yang turun 41,9 persen, ekspor barang anyaman turun 21,7 persen, dsb.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  17:39 WIB
Ekspor Bali Turun 4,28 Persen pada Oktober 2022
Pedagang menata jahe merah. Rempah-rempah merupakan salah satu komoditas ekspor. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — Ekspor Bali pada Oktober 2022 tercatat US$52,2 juta atau turun 4,25 persen dibandingkan dengan ekspor pada September 2022 yang nilai ekspornya mencapai US$55,3 juta.

Turunnya nilai ekspor Bali pada Oktober 2022 disebabkan oleh turunnya ekspor ke delapan negara tujuan ekspor seperti ke Jepang. Ekspor Bali juga turun ke negara ke Singapura, Taiwan, Kanada, Jerman, hingga Inggris, dan negara lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Hanif Yahya menjelaskan ekspor sejumlah komoditas turun pada Oktober 2022, seperti ekspor logam mulia yang turun 41,9 persen, ekspor barang anyaman turun 21,7 persen, kertas karbon dan sejenisnya turun 14,53 persen, dan ekspor barang plastik turun 3,11 persen.

“Empat komoditas tercatat turun dengan penurunan terdalam tercatat pada nilai ekspor produk logam mulia dan perhiasan yakni turun hingga 41,9 persen,” jelas Hanif melalui live streaming, Kamis (1/12/2022).

Berbeda dengan komoditas di atas, ekspor komoditas perikanan Bali justru meningkat 12,42 persen dengan nilai ekspor mencapai US$13,4 juta. Komoditas lain yang juga mengalami peningkatan ekspor yakni pakaian, kopi teh dan rempah-rempah, perabotan dan lampu, pakaian dan aksesorisnya.

“Ekspor kopi, teh dan rempah-rempah meningkat 170 persen pada Oktober, ini menunjukkan komoditas tersebut semakin diminati pasar global,” ujar Hanif.

Dari lima besar negara tujuan ekspor Bali pada Oktober 2022, nilai ekspor ke Tiongkok tercatat naik paling tinggi sejumlah 67,56 persen (mtm). Peningkatan disebabkan karena naiknya ekspor produk ikan, krustasea, dan moluska.

Secara kumulatif, nilai ekspor Bali dari Januari hingga Oktober 2022 mencapai US$508,6 juta atau naik 24,7 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2021 (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali ekspor
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top