Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ratusan Penjor Mulai Hiasi Jalan Raya di Nusa Dua Jelang G20

Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan Rp3,6 Miliar untuk pembuatan 2.500 penjor KTT G20.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 November 2022  |  18:48 WIB
Ratusan Penjor Mulai Hiasi Jalan Raya di Nusa Dua Jelang G20
Penjor yang terpasang di Jalan By Pas Ngurah Rai, Badung, Bali. - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA - Ratusan penjor mulai menghiasi jalan raya di kawasan Kuta hingga Nusa Dua menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berpusat di Nusa Dua.

Dari pantauan Bisnis, Penjor mulai ramai terpasang dari Jalan Raya By Pass Ngurah Rai depan bandara, hingga ke kawasan Jimbaran, Kuta, ITDC dan Kempinski yang menjadi pusat pertemuan para kepala negara.

Sebagai informasi, jika penjor sudah dipasang di Pulau Dewata, menandakan di Bali sedang ada upacara atau acara besar sedang akan berlangsung. Penjor biasanya dipasang saat upacara keagamaan dan kebudayaan besar di Bali seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan, Nyepi dan acara besar lainnya.

Penjor ini dipasang dan dibuat oleh masyarakat Bali sebagai bentuk dukungan dan apresiasi masyarakat Bali dengan dipusatkannya KTT G20 di Bali yang berdampak terhadap ekonomi Bali dan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan Rp3,6 Miliar untuk pembuatan 2.500 penjor KTT G20. Penjor tersebut dibuat dengan melibatkan desa adat di Bali di bawah koordinasi Majelis Desa Adat (MDA) Bali. Setiap Penjor menghabiskan Rp2,5 juta untuk jenis penjor biasa. Sedangkan Penjor Agung menghabiskan Rp5 juta.

Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita, menjelaskan desanya merupakan salah satu yang mendapat tugas membuat penjor. Desa adat melibatkan banyak masyarakat adat yang dibagi dalam vendor-vendor kecil. Setiap vendor mendapat tugas membuat 60 penjor. Desa Adat Bualu membuat 492 penjor dengan 480 penjor biasa dan 12 penjor agung.

"Kebetulan di desa adat kami banyak vendor dekorasi yang sudah biasa membuat penjor, jadi mereka kami libatkan, krama adat juga masuk dalam vendor-vendor tersebut, dengan kerja bersama kami bisa menyelesaikan pembuatan penjor ini," jelas Mudita, Kamis (10/9/2022).

Mudita menjelaskan masyarakat atau krama adat antusias membuat penjor untuk G20. Ini merupakan bentuk dukungan mereka terhadap event tersebut. "Kami sangat senang terlibat dalam G20 dengan membuat penjor. Antusias krama adat kami juga terlihat dengan pembuatan penjor yang berkualitas," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top