Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kedatangan Wisman pada 2023 Berpotensi Tertekan, Begini Kata Sandi

Wisman memang akan mengalami beberapa tekanan karena harga tiket dan situasi global pada 2023.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  13:57 WIB
Kedatangan Wisman pada 2023 Berpotensi Tertekan, Begini Kata Sandi
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno saat memberikan keterangan pers di Nusa Dua, Kamis (6/10/2022). - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA – Pariwisata Indonesia berpotensi tertekan pada 2023 jika situasi ekonomi global tidak membaik dan resesi yang diprediksi benar – benar terjadi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, tidak menampik adanya tekanan terhadap pariwisata pada 2023 imbas dari situasi global. Animo wisatawan mancanegara diprediksi akan turun jika kondisi ekonomi global semakin tidak membaik, dan harga tiket pesawat tetap mahal imbas dari kenaikan harga avtur pesawat.

“Wisman memang akan mengalami beberapa tekanan karena harga tiket dan situasi global pada 2023,” jelas Sandi di Nusa Dua, Kamis (6/10/2022).

Menurut Sandi, pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menggerakkan wisatawan domestik agar mau berwisata di dalam negeri dari pada ke luar negeri. Masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah yang selama ini memilih berwisata di luar negeri untuk berwisata di Indonesia agar berdampak terhadap ekonomi lokal.

Kemenparekraf menargetkan pergerakan wisatawan mencapai 1,4 miliar pada 2023, target tersebut meningkat dari sebelumnya dengan 700 juta pergerakan wisatawan nusantara.

“Kami sudah disentil oleh Bapak Presiden, agar jangan bangga berfoto di luar negeri saja, pamer di Instagram, tapi harus berwisata di dalam negeri, destinasi di Indonesia juga tidak kalah indah,” kata Sandi.

Pemerintah daerah pada 2023 juga didorong untuk mengalihkan anggaran yang berpotensi mengalami Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Berkenaan (Silpa) untuk membuat berbagai event yang bisa menarik minat wisatawan domestik.

Pariwisata Indonesia khususnya Bali pada 2022 baru memasuki masa pemulihan dengan kembalinya wisatawan mancanegara kembali akan berhadapan dengan ketidakpastian global. Pada 2022 saja, Bali baru menargetkan kedatangan 1,5 juta wisman, masih jauh dari kondisi normal seperti sebelum pandemi dimana kedatangan wisman mencapai 6 juta orang. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata bali sandiaga uno
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top