Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Ritel Bali Menguat pada Juli 2022

Sektor pariwisata yang memasuki masa high season pada Juli 2022 menjadi penopang kinerja penjualan riil pada Juli 2022.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  14:54 WIB
Penjualan Ritel Bali Menguat pada Juli 2022
Sejumlah manekin di toko yang tidak beroperasi ditutup dengan plastik di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (25/8/2021). - Antara/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat penjualan ritel di Bali semakin menguat pada Juli 2022 seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang didorong oleh bergeliatnya industri pariwisata.

Menguatnya penjualan ritel Bali tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tumbuh 0,42 persen (mtm), dari 93,6 persen pada Juni 2022 menjadi 94,0 persen pada Juli 2022. Kenaikan penjualan ritel bersumber dari penjualan peralatan komunikasi yang tumbuh 9,9 persen, kemudian penjualan makanan, minuman dan tembakau yang tumbuh 0,7 persen.

Penjualan yang mengalami kontraksi yakni suku cadang cadang, aksesoris yang tumbuh negatif 1,1 persen, kemudian penjualan barang budaya dan rekreasi juga tumbuh negatif 0,9 persen.

Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho, menjelaskan sektor pariwisata yang memasuki masa high season pada Juli 2022 menjadi penopang kinerja penjualan riil pada Juli 2022.

Walaupun tumbuh positif, Bali harus tetap mewaspadai laju inflasi tinggi pada Juli 2022. “Pertumbuhan positif ini terjadi seiring dengan laju pertumbuhan sektor pariwisata selama periode high season, meskipun risiko peningkatan laju inflasi dari komoditas volatile food,” jelas Trisno dari siaran pers, Jumat (12/8/2022).

Kinerja ritel Provinsi Bali lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja penjualan ritel nasional yang mengalami kontraksi, IPR di tingkat nasional tercatat kontraksi 0,81 persen. Kontraksi disebabkan oleh turunnya penjualan eceran pada peralatan informasi dan komunikasi, dan suku cadang dan aksesoris. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia ritel bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top