Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesepakatan Pertemuan FMCBG G20 Berhasil Diraih, Ini Kata Sri Mulyani

Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 di Bali menyepakati beberapa hal meski sempat diwarnai perbedaan pendapat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2022  |  22:23 WIB
Kesepakatan Pertemuan FMCBG G20 Berhasil Diraih, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers hasil 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (16/7/2022). Pertemuan FMCBG Ke-3 berhasil menyepakati sejumlah inisiatif dan kesepakatan terkait persoalan keuangan dunia. - Antara/Fikri Yusuf.

Bisnis.com, BADUNG - Mayoritas hasil pertemuan ke-3 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 di Bali, pada 15-16 Juli 2022 berhasil disepakati oleh seluruh anggota meskipun ada ketegangan akibat agresi Rusia di Ukraina.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pertemuan itu berhasil menyepakati sejumlah inisiatif, dan sukses menggalang dukungan untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi dan keuangan global.

“Ada 14 paragraf yang menjadi hasil pertemuan selama 2 hari ini. Mayoritas hasil pertemuan itu disepakati oleh seluruh anggota G20,” kata Sri Mulyani saat menyampaikan hasil pertemuan ke-3 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Sabtu (16/7/2022).

Ia menyebut hanya ada dua paragraf yang berisi perbedaan pandangan beberapa anggota G20, salah satunya mengenai penggunaan kata “perang” pada beberapa isu.

Walaupun demikian, Sri Mulyani menilai dokumen hasil pertemuan itu telah mewakili pendapat seluruh anggota G20 terkait tujuh agenda prioritas yang dibahas dalam pertemuan ke-3 FMCBG.

“Kami menyebut (perbedaan) itu sebatas ekspresi, penilaian yang berbeda. Di dalam hasil pertemuan, yang disebut chair summary, sebagian besar paragraf mendukung isu-isu yang sebelumnya saya sebut,” katanya.

Dalam pertemuan ke-3 FMCBG, menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 membahas tujuh agenda prioritas, yaitu situasi dan risiko perekonomian global, kesehatan global, arsitektur keuangan internasional, isu-isu sektor keuangan, keuangan yang berkelanjutan, infrastruktur, dan perpajakan internasional.

Dalam pembahasan mengenai situasi dan risiko perekonomian dunia, menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 turut membahas dampak agresi Rusia di Ukraina, terutama terhadap ancaman krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan.

Sri Mulyani menyampaikan Indonesia selaku pemimpin pertemuan menyadari situasi sensitif itu, mengingat dua negara kuat, yaitu Rusia dan Amerika Serikat, yang merupakan pendukung Ukraina, berada di posisi yang berseberangan.

Walaupun demikian, Indonesia dan anggota lainnya harus menempatkan G20 sebagai forum kerja sama ekonomi terbesar dunia yang punya sejarah panjang menyelesaikan berbagai persoalan global.

“Seluruh anggota G20 juga sepakat meneruskan dan mempertahankan kerja sama yang ada dengan semangat multilateralisme,” kata dia.

Oleh karena itu, Menkeu RI menegaskan pertemuan selama dua hari itu diarahkan untuk tidak berlarut-larut pada ketegangan di Ukraina, tetapi fokus membahas tujuh agenda prioritas yang disusun oleh Indonesia.

Beberapa isu yang berujung pada hasil konkret, di antaranya dukungan mayoritas anggota terhadap Fasilitas Dana Perantara (financial intermediary facility/FIF) untuk merespons situasi pandemi pada masa mendatang, dan dukungan seluruh anggota mengenai pentingnya membentuk skema pendanaan yang memperkuat investasi di bidang infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 ekonomi global menteri keuangan sri mulyani bali

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top