Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RSUP NTB Buka Layanan Vaksin Booster 24 Jam Jelang Lebaran

NTB menargetkan capaian 30 persen vaksinasi booster pada Juni 2022.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 20 April 2022  |  17:29 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MATARAM - Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat menyediakan fasilitas vaksin booster selama 24 jam untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran.

Direktur Utama RSUP NTB, dr.Lalu Herman Mahaputra atau dr.Jack menjelaskan masyarakat yang mau mudik atau yang membutuhkan vaksin booster bisa datang langsung ke RSUP untuk mendapatkan vaksin secara gratis. "Kami buka layanan 24 jam untuk memfasilitasi masyarakat yang mau mudik lebaran," jelas dr.Jack dikantornya pada Rabu (20/4/2022).

RSUP NTB juga bekerjasama dengan pusat perbelanjaan seperti mal yang biasanya ramai dikunjungi jelang lebaran, untuk mempercepat vaksinasi booster. "Kami sediakan gerai vaksin di mal, agar masyarakat yang berbelanja bisa vaksin booster. Kami juga kerja sama dengan Polda NTB untuk mempercepat capaian vaksinasi," ujar dia.

NTB menargetkan capaian 30 persen vaksinasi booster pada Juni 2022, Herman juga menuturkan antusias masyarakat untuk divaksin booster cukup tinggi. "Antusias masyarakat NTB cukup tinggi, sehingga target 30 persen pada Juni pasti tercapai," kata dr.Jack.

Selain itu, kasus Covid-19 di NTB juga semakin melandai, sehingga mobilisasi masyarakat terus meningkat. Jika tidak ada cluster baru setelah arus mudik lebaran, NTB akan memasuki fase endemi.

"Kasus sudah sangat landai, di RSUP terakhir pasien yang positif Covid-9 hanya tiga orang, dan itu gejala ringan. Jika lebaran ini tidak ada cluster baru, maka NTB bisa masuk fase endemi," ungkapnya.

Soal klaim pasien Covid-19, dr.Jack menjelaskan pasien Covid-19 dimasukkan ke dalam tanggungan BPJS Kesehatan oleh pemerintah, sehingga nilai klaim pasien Covid-19 menjadi turun.

"Langkah tersebut saya pikir tepat, nilai klaimnya memang menurun dibanding sebelum masuk tanggungan BPJS, tetapi itu menghindarkan potensi fraud di Rumah Sakit. Selama ini yang dicurigai hal seperti itu, katanya ada orang yang dicovidkan, jadi itu langkah yang bagus," ujar dia. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top