Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Emas di NTB Meningkat Jelang Lebaran

Perhiasan seperti cincin, kalung dan gelang, paling banyak dibeli jelang Lebaran, sebagai keperluan aksesoris saat hari raya maupun untuk investasi.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 April 2022  |  12:57 WIB
Ilustrasi perhiasan emas. - Antara/Rahmad
Ilustrasi perhiasan emas. - Antara/Rahmad

Bisnis.com, MATARAM - Penjualan perhiasan emas di Nusa Tenggara Barat diprediksi meningkat menjelang hari raya Idulfitri atau Lebaran tahun ini.

Ketua Asosiasi Pedagang & Perajin Mutiara NTB Fauzi menjelaskan penjualan emas jelang Lebaran tahun ini bisa meningkat 75 persen dibandingkan kondisi normal. "Peningkatan penjualan emas biasanya terjadi satu minggu sebelum Lebaran, penjualan bisa meningkat signifikan dibandingkan saat ini," jelas Fauzi kepada Bisnis, Rabu (13/4/2022).

Kendati diproyeksikan meningkat, penjualan emas jelang Lebaran belum bisa melampaui penjualan sebelum pandemi, karena daya beli masyarakat masih tertahan akibat naiknya harga kebutuhan pokok.

"Naiknya harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan barang lainnya, membuat daya beli masyarakat untuk barang tersier seperti emas tertahan," kata Fauzi.

Perhiasan seperti cincin, kalung dan gelang, paling banyak dibeli jelang Lebaran, sebagai keperluan aksesoris saat hari raya maupun untuk investasi.

Fauzi menjelaskan saat ini tren pembelian emas di masyarakat lebih banyak sebagai aksesoris sesaat dibanding untuk investasi jangka panjang.

"Kalau dulu banyak orang beli emas jelang Lebaran untuk investasi, artinya untuk jangka panjang. Sekarang ini trennya berubah, banyak yang membeli emas hanya untuk keperluan aksesoris sesaat, mereka membeli satu minggu sebelum Lebaran dan satu minggu setelah Lebaran dijual kembali. Padahal kalau menjual emas yang baru dibeli itu kena potongan, tapi konsumen melakukannya mungkin membutuhkan uang untuk kebutuhan pokok," ujar Fauzi.

Perilaku konsumen yang membeli emas dalam jangka pendek dinilai tidak bagus, karena pengusaha kesulitan memutar uang hasil penjualan emas sebelumnya.

"Kalau konsumen banyak menjual kembali emasnya ke toko tempat membeli, bagi toko emas itu sebenarnya tidak bagus, karena perputaran uang mereka tidak bisa jalan. Berbeda dengan yang membeli untuk investasi, hasil penjualan bisa diputar sebagai modal kembali," kata Fauzi.

Sementara itu, penjualan mutiara jelang Lebaran tidak meningkat signifikan, karena masyarakat lebih memilih membeli emas. Mutiara biasanya dibeli oleh masyarakat perantau yang ada di Mataram untuk dijadikan oleh - oleh saat mudik.

"Biasanya masyarakat luar daerah yang merantau di Mataram membeli mutiara untuk dijadikan oleh-oleh saat mudik," ungkapnya. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas perhiasan lombok ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top