Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayar Sampah dan Parkir di Bima Bisa Gunakan QRIS

Kota Bima akan mulai memanfaatkan quick response code Indonesian standard atau QRIS untuk pembayaran retribusi daerah secara nontunai.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  12:31 WIB
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MATARAM – Kota Bima akan mulai memanfaatkan quick response code Indonesian standard atau QRIS untuk pembayaran retribusi daerah secara nontunai.

Retribusi yang direncanakan menggunakan QRIS adalah untuk parkir, sampah, dan pasar yang ada di kota Bima. Nantinya, Pemerintah Bima akan menentukan titik parkir yang akan menggunakan QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Heru Saptaji mengatakan bahwa teknologi QRIS untuk pembayaran nontunai akan semakin memudahkan masyarakat, karena bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan ponsel pintar.

“Kami ingin dorong Kota Bima segera menerapkan QRIS, sistem pembayaran dengan QRIS sudah terintegrasi dengan aplikasi pembayaran lainnya,” katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (29/1/2022).

Manager Digitalisasi Bank Indonesia NTB Rahmad Riyanto menjelaskan, juru parkir nantinya juga akan mendapatkan pelatihan agar bisa menerima transaksi dengan QRIS.

“Kami akan memberikan akses juru parkir dalam memanfaatkan pembayaran elektronik ini untuk mendukung program nasional inklusi keuangan. Untuk transfer bagi hasil, mereka diwajibkan memiliki rekening tabungan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Bima sendiri akan melakukan sosialisasi penerapan QRIS kepada masyarakat, dan juga menggandeng Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), seperti Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya untuk menyukseskan rencana tersebut.

Wali Kota Bima Muhammad Lutfi menjelaskan, pembayaran dengan QRIS baru bisa direalisasikan di daerah Lawata, dan kemudian akan diperluas ke kawasan lain.

“Nanti akan menyusul rumah makan dan tempat lainnya di kota Bima. Tentu ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

retribusi Kota Bima QRIS
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top