Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apeksi Minta Pemerintah Pusat Serius Pulihkan Ekonomi Bali

Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) meminta pemerintah pusat lebih serius dalam percepatan pemulihan ekonomi Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  13:05 WIB
Sejumlah manekin di toko yang tidak beroperasi ditutup dengan plastik di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (25/8/2021). Kegiatan pusat perbelanjaan di wilayah Bali masih ditutup sementara dan hanya dibuka secara terbatas untuk sejumlah toko seperti toko yang menjual kebutuhan dasar, farmasi serta makanan dan minuman seiring dengan masih diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di seluruh wilayah Bali. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf
Sejumlah manekin di toko yang tidak beroperasi ditutup dengan plastik di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (25/8/2021). Kegiatan pusat perbelanjaan di wilayah Bali masih ditutup sementara dan hanya dibuka secara terbatas untuk sejumlah toko seperti toko yang menjual kebutuhan dasar, farmasi serta makanan dan minuman seiring dengan masih diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di seluruh wilayah Bali. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR—Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) meminta pemerintah pusat lebih serius dalam percepatan pemulihan ekonomi Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan pembatasan yang diterapkan terhadap Bali selama pandemi telah berimplikasi terhadap dunia pariwisata yang menjadi tumpuan perekonomian Bali.

Ketua APEKSI Bima Arya menjelaskan penerapan kebijakan pembatasan seperti PPKM untuk Bali harus dihitung dengan matang dampaknya bagi perekonomian warga Bali. "Tidak ada salahnya juga bersuara agak kritis dan agak keras ke pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi Bali. APEKSI berharap pemerintah dan kementerian terkait agar betul-betul menghitung apa yang akan dialami warga Bali ketika ada kebijakan tentang PCR, karantina, kebijakan mobilisasi dan lainnya,” kata Bima Arya dari rilis pada Sabtu (19/12/2021).

Ekonomi Bali yang bertumpu pada pariwisata menyebabkan recovery ekonomi di Bali paling sulit dibandingkan dengan daerah lainnya seperti Jabodetabek. "Bali bertumpu sekali kepada pariwisata dan masih sangat berat untuk pulih. Pak Jaya Negara masih berat berjuang untuk pemulihan ekonomi Kota Denpasar,” jelas Arya.

Bima Arya yang menjabat sebagai Wali Kota Bogor ini juga membantah jika pemerintah kota tidak makmisal dalam realisasi anggaran untuk pembangunan daerah dengan menaruh uang di Bank.

"Saya kadang-kadang suka gregetan mendengar pidato ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan berita di berbagai media bahwa masih banyak kepala daerah menyimpan uang. Gak ada itu, kami tetap optimal melakukan serapan anggaran hingga akhir tahun, kami tidak ada hidden agenda dengan menyimpan anggaran," kata dia.

 

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara menjelaskan kegiatan Outlook APEKSI di kota Denpasar membantu pemulihan perekonomian daerah di tengah pandemi Covid-19. "Perekonomian kami saat ini masih kontraksi 9,4 persen, pemulihan tentu diperlukan dengan kegiatan-kegiatan seperti outlook APEKSI ini. Harapannya keluarga besar APEKSI bisa berbagi dan sekarang sudah terpenuhi acara APEKSI Outlook di Kota Denpasar," jelas Jayanegara.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pandemi corona
Editor : Feri Kristianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top