Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas di Badung Stabil, Kecuali Minyak Goreng dan Cabai

Jumlah stok bahan makanan di gudang Bulog saat ini masih dalam keadaan yang mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 4–5 bulan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 Desember 2021  |  13:11 WIB
Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021). - Antara/Asprilla Dwi Adha.
Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021). - Antara/Asprilla Dwi Adha.

Bisnis.com, DENPASAR - Harga komoditas bahan pokok di Badung terpantau stabil kecuali minyak goreng dan cabai yang terus mengalami kenaikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan harga minyak goreng masih terpantau naik dalam beberapa minggu terakhir. Sementara itu, cabai sangat bergantung dengan cuaca sehingga harga fluktuatif terutama penghujan.

Menurutnya, dalam rangka menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru 2022, beberapa langkah antisipatif dilakukan. Beberapa di antaranya kebijakan pengendalian inflasi yang tidak hanya fokus pada upaya pengendalian harga, tetapi juga terjaganya daya beli. Dilakukan pula kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

"Ketersediaan data informasi pangan yang akurat dan terintegrasi diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (16/12/2021).

Kepala Gudang Perum Bulog Badung I Made Witantra mengatakan jumlah stok bahan makanan di gudang Bulog saat ini masih dalam keadaan yang mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 4–5 bulan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernandi Wimanda mengatakan tingkat inflasi di sebagian besar wilayah di Indonesia berada di bawah sasaran inflasi 3 persen hingga 1 persen. Secara khusus, tingkat inflasi yang terjadi di Bali sebesar 1,87 persen (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi sepanjang Januari sampai November 2021 adalah canang sari, minyak goreng, angkatan udara, daging ayam ras dan daging babi.

Selain itu, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga saat Hari Raya Natal, Bank Indonesia mencatat sejumlah komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di Bali sejak 2018 hingga 2021 yang terdiri dari kelompok makanan yaitu daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang merah.

Sedangkan dari kelompok nonmakanan yaitu angkutan udara dikarenakan faktor akhir tahun karena permintaan tiket pesawat cenderung meningkat.

"Untuk mempermudah pengumpulan data secara periodik, kami menyarankan Pemda menerbitkan aturan yang mewajibkan distributor utama untuk melaporkan posisi stoknya setiap minggu," sebutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali kebutuhan pokok badung Natal dan Tahun Baru
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top