Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPD Bali dan 8 BPR Pakai Layanan IdScore

Data OJK menyebutkan pertumbuhan kredit di Bali per kuartal III/2021 sebesar 2,42 persen yoy menjadi Rp94,68 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 November 2021  |  12:50 WIB
Karyawati beraktivitas di kantor PEFINDO Biro Kredit (IdScore), Jakarta, Senin (11/10/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PEFINDO Biro Kredit (IdScore), Jakarta, Senin (11/10/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, DENPASAR -- Bank Pembangunan Daerah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali mulai memanfaatkan layanan IdScore untuk mendapatkan informasi data perkreditan nasabah.

Berdasarkan data PEFINDO Biro Kredit, satu-satunya bank daerah di Bali yakni BPD Bali telah memanfaatkan layanan IdScore untuk mengecek profil debitur. Sementara itu, tercatat ada 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali yang telah menggunakan IdScore yakni BPR Aruna Nirmaladuta, BPR Indra Chandra, BPR Lestari Bali, BPR Nusamba Kubutambahan, BPR Nusamba Manggis, BPR Nusamba Manggis, BPR Nusamba Mengwi, BPR Nusamba Tegallalang, dan BPD Sukawati Pancakanti.

Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore Yohanes Arts Abimanyu mengatakan data debitur penting bagi perbankan sebelum menyalurkan kredit untuk mengetahui profil risiko calon nasabah. Apalagi, di tengah pandemi, debitur dengan risiko tinggi dan sangat tinggi telah berada di atas 50 persen atau mendekati 60 persen dari total keseluruhan debitur nasional. Hal ini menunjukkan pandemi Covid-19 telah membuat masyarkat yang semula bisa membayar kredit menjadi kesulitan dalam membayar.

Menurutnya, peningkatan profil risiko debitur juga bisa terjadi di Bali. Apalagi, selama pandemi Covid-19, tetap terjadi pertumbuhan kredit. Namun, yang harus menjadi catatan, pertumbuhan kredit masyarakat Bali jga menunjukkan mulai menggeliatnya ekonomi karena adanya penghasilan maupun adanya bantuan dari masyarakat.

"Secara nasional profil risiko memang sejak pandemi sampai sekarang terjadi peningkatan risiko artinya debitur yang memiliki riisko tinggi dan sangat tinggi meningkat di atas 50 persen dan hampir 60 persen," katanya, Kamis (18/11/2021).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit di Bali per kuartal III/2021 adalah sebesar 2,42 persen yoy menjadi Rp94,68 triliun.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto mengatakan pertumbuhan kredit perbankan di Bali bahkan melebihi data nasional. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi pada kuartal III/2021, ternyata tidak mempengaruhi pertumbuhan DPK dan kredit yang tetap tumbuh positif.

Menurutnya, pertumbuhan kredit yang tetap terjadi di Bali berkaitan dengan optimisme dan ekspektasi masyarakat akan pemulihan ekonomi ke depannya. Bahkan, pertumbuhan kredit dinilai akan semakin tinggi hingga akhir tahun nanti.

"Ini memang anomali, tapi bisa jadi di September ini masyarakat melhat ada perbaikan-perbaikan, karena di luar Bali juag sudah kelihatan secara nasional dan beberapa program yang ada di Bali seperti G20 akan diadakan di Bali," katanya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd bali pefindo biro kredit
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top