Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Pembangunan Pembangkit FTP 2 Sambelia Senilai Rp3,04 Triliun

PLTU ini dibangun oleh konsorsium PT.Rekayasa Industri-Rafako S.A dari Polandia.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 19 Agustus 2021  |  20:15 WIB
Investasi Pembangunan Pembangkit FTP 2 Sambelia Senilai Rp3,04 Triliun
Proses Pembangunan PLTU FTP 2 Sambelia. - Bisnis/Harian Noris Saputra

Bisnis.com, MATARAM - Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) FPT2 Sambelia, Lombok Timur senilai Rp3,04 triliun dengan tenaga listrik yang akan dihasilkan sejumlah 100 MW.

PLTU FTP 2 Sambelia ditargetkan rampung pada Agustus 2022 dan akan menyuplai listrik di pulau Lombok. Jumlah pelanggan yang ditarget dari mendapat manfaat dari PLTU FTP 2 sejumlah 1 juta pelanggan atau kepala keluarga (KK).

General Manager PLN UIP Nusa Tenggara Josua Simanunggalit menjelaskan proyek pembangunan PLTU sudah dimulai sejak 2018 dan progress pembangunan saat ini mencapai 70 persen. "PLTU ini dibangun oleh konsorsium PT.Rekayasa Industri-Rafako S.A dari Polandia dengan nilai investasi Rp3,04 triliun," jelas Josua pada Kamis (19/8/2021).

Fokus pembangunan yang sedang dikerjakan melanjutkan tahap konstruksi, pipanisasi, penyiapan boiler dengan target hydotest pada November 2021. Pembangunan dibagi menjadi dua unit, unit I dan II yang ditargetkan rampung pada Juni dan Agustus 2022.

"Target kami pada tahun depan sudah bisa mentrasfer listrik ke sistem Lombok, sehingga Lombok memiliki cadangan listrik sejumlah 50 MW dari keseluruhan kebutuhan yang ada," jelas Joshua.

Sementara itu, Manajer Pelaksana Proyek PLTU FTP 2 Sambelia Julian Arlisdianto menjelaskan walaupun menggunakan batu bara, PLN menjamin pembangunan PLTU ini dengan konsep eco friendly atau ramah lingkungan sehingga tidak akan merusak lingkungan sekitar.

"Konsep kami tetap ramah lingkungan, kami sama sekali tidak memanfaatkan air tanah, kami gunakan air laut untuk pembangunan dan kebutuhan pekerja seperti mandi. Penyaringan hasil pembakaran batu bara kami sudah 99,99 persen dan hanya 0,01 persen yang dilepas ke udara sehingga sangat aman," jelas Julian. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik lombok ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top