Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omzet Anjlok, Ini Strategi Bertahan Industri Ritel di Bali

Pengusaha ritel di Bali meminta agar pemerintah memiliki strategi yang jelas dan terarah dalam penanganan pandemi.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 21 Juli 2021  |  15:31 WIB
Omzet Anjlok, Ini Strategi Bertahan Industri Ritel di Bali
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021. - W Bali
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Pelaku industri ritel di Bali harus melakukan berbagai upaya untuk tetap bertahan setelah kehilangan omzet 50 sampai 100 persen akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.  

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali AAG Agung Agra Putra mengatakan penurunan omzet yang tajam dikarenakan rendahnya konsumsi masyarakat serta ditutupnya sektor ritel non esensial dan non kritikal. 

Kondisi tersebut mendorong pelaku industri ritel di Pulau Dewata agar melakukan sejumlah strategi untuk bisa bertahan di tengah perpanjangan PPKM Darurat. Seperti melakukan efisiensi dan rasionalisasi biaya serta stok barang. 

Menurutnya, hal ini menjadi langkah yang harus dilakukan untuk menjaga arus kas agar tetap bertahan hingga kondisi ekonomi membaik. Terlebih lagi selama PPKM Darurat kunjungan konsumen dibatasi, dan daya beli juga menurun. 

"Karena PPKM ini sudah diputuskan, kami di industri ritel harus menjalankan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya menanggulangi pandemi dan melakukan upaya untuk bertahan," kata dia kepada Bisnis, Rabu, (21/7/2021).

Lebih lanjut, pelaku industri ritel juga memanfaatkan platform digital sebagai salah satu upaya untuk terus mempertahankan usaha. Meski demikian, ia mengakui langkah tersebut masih tidak bisa menutupi penurunan penjualan yang terjadi.

Sementara itu, Agra turut meminta agar pemerintah memiliki strategi yang jelas dan terarah dalam penanganan pandemi. Sebab sampai saat ini upaya yang dilakukan dinilai belum efektif karena ada hal yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dilaksanakan oleh pemerintah dalam pelaksanaan PPKM darurat. 

Salah satunya dengan menjamin kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani karantina sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka akan sulit untuk dapat menurunkan mobilitas masyarakat dan kasus Covid-19 tidak akan menemukan ujungnya. 

"Meski apapun itu kebijakan Aprindo bersama para pelaku usaha industri ritel di Bali tetap mendukung segala upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi ini sepanjang langkah tersebut jelas terarah dan efektif," tambahnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel modern PPKM Darurat
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top