Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

65.000 Ekspatriat Bekerja dari Bali Saat Pandemi, 80 Persen Digital Nomad

Pulau Dewata menjadi destinasi kedua di dunia setelah Barcelona yang dipilih para digital nomad sebagai tempat bekerja.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  08:40 WIB
Ilustrasi - Surge
Ilustrasi - Surge

Bisnis.com, DENPASAR - Sebanyak 65.000 ekspatriat bekerja dari Bali saat pandemi Covid-19 dan 80 persennya merupakan digital nomad tourist.  

Directur Hotel Kirana Bali Adi Wisatya mengatakan Pulau Dewata menjadi destinasi kedua di dunia setelah Barcelona yang dipilih para digital nomad sebagai tempat bekerja. Alasannya, karena Bali mampu memberi rasa aman dan nyaman untuk tinggal dan bekerja dalam waktu yang panjang.  

"Secara natural Bali memang sudah menjadi destinasi bagi semua jenis turis, salah satunya digital nomad. Bahkan sebelum pandemi, jumlahnya mencapai 100.000 hingga 200.000 orang yang tinggal dan bekerja dari Bali," tuturnya, Rabu, (9/6/2021).

Digital nomad tourist, sambungnya, memberikan banyak benefit bagi perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari lamanya para turis menetap untuk bekerja dari Bali yang bisa mencapai 6 bulan hingga 1 tahun. 

Dengan Length of Stay yang panjang, rata-rata pengeluaran para digital nomad tourist ini senilai US$1.000 per orang selama satu bulan. Jumlah tersebut digunakan untuk membayar sewa tempat tinggal, biaya pulsa, sewa kendaraan, konsumsi, dan kebutuhan lainnya.  

Menurut Adi, digital nomad tourist yang bekerja dari Bali rata-rata berasal dari Spanyol, Rusia, Australia, dan Amerika. Mereka lebih banyak bekerja di coworking space, dan di villa-villa.   

Potensi digital nomad tourist ini dapat lebih diperluas lagi dengan adanya regulasi yang jelas dari pemerintah. Seperti adanya visa khusus untuk para ekspatriat, sehingga rasa aman tinggal dan bekerja dari Bali bisa lebih dibangun. 

"Jika diketahui ada regulasi yang bagus, ke depannya mereka bisa saja memutuskan untuk membangun startup atau perusahaan baru. Hal ini menyebabkan tenaga kerja yang terserap lebih banyak lagi," jelas Adi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali ekspatriat turis asing digital nomad tourist
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top