Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali, NTT, dan NTB Akan Bangun Kerja Sama dalam Tiga Bidang

Dalam waktu dekat tiga daerah ini akan diundang oleh Bappenas untuk membicarakan mengenai pembangunan energi baru terbarukan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  14:25 WIB
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, DENPASAR - Pulau Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membangun kerja sama dalam bidang pertanian, kelautan, serta energi baru terbarukan.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Pulau Bali, NTT, dan NTB dapat menjadi satu kawasan perekonomian dengan menggerakkan keunggulan daerah masing-masing. Terutama dalam bidang pertanian, kelautan, dan energi baru terbarukan.

"Ketiga wilayah yang disebut sebagai Balinusra ini memiliki keunggulan dalam bidang yang sama, hanya saja komoditas atau produknya yang berbeda-beda. Seperti NTT yang memiliki wilayah laut yang luas, sehingga harus bekerja sama untuk melengkapi antara satu dengan yang lainnya," kata dia dalam webinar yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (9/6/2021).

Menurut Koster, pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) untuk menjadikan wilayah Balinusra sebagai percontohan dalam pembangunan energi baru terbarukan. Sehingga tiga provinsi ini mampu menjadi daerah yang mandiri energi, dan tidak ketergantungan negara luar.

"Dalam waktu dekat tiga daerah ini akan diundang oleh Bappenas untuk membicarakan mengenai pembangunan energi baru terbarukan," tambahnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menuturkan bahwa Balinusra berpotensi untuk membangun satu kawasan pertanian dalam arti luas, seperti peternakan sapi premium untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, terutama sebagai konsumsi di sektor pariwisata Bali. Jika kerja sama ini berjalan dengan baik, Balinusra tidak perlu lagi mengandalkan pasokan daging dari Pulau Jawa atau impor dari luar negeri.

"Untuk merealisasikan hal ini tidak butuh waktu lama, cukup empat tahun saja. Sekarang harus ada perhitungannya berapa kebutuhan daging untuk kebutuhan pariwisata Bali. Ini bisa dipenuhi sendiri oleh ketiga provinsi, begitu juga dengan komoditas lainnya," jelas Viktor.

Selain untuk memenuhi konsumsi wilayah sendiri, kerja sama antara tiga provinsi juga berpotensi untuk mengisi kekosongan di rantai pasokan nasional. Seperti adanya wacana impor garam sebanyak 3 juta ton, impor 500.000 ekor sapi, serta 85.000 ton daging. Kekosongan ini dirasa mampu untuk dipenuhi dengan adanya sentuhan teknologi dan kerja sama antar provinsi Balinusra.

"Kebutuhan itu bisa diisi oleh Balinusra, sehingga kerja sama harus dipercepat," jelasnya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menuturkan kerja sama antara tiga provinsi ini juga harus didorong oleh pihak perbankan. Karena selama ini masalah klasik yang sering dihadapi oleh pelaku industri, yakni dari segi pembiayaan.

"Dengan percepatan kerja sama antara tiga provinsi ini pasti akan memberi dampak positif masing-masing wilayah," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali ntt ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top