Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Pertanian di Bali Mulai Pulih, Ini Datanya

Tingkat kesejahteraan petani masih tertekan dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada 2019. Namun, kondisi yang terjadi belakangan lebih baik dari sebelumnya.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  14:43 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Sektor pertanian di Bali mulai pulih. Indeks Nilai Tukar Petani pada April 2021 tercatat 92,12 atau naik 0,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemerhati Ekonomi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali M. Setyawan Santoso mengatakan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) secara relatif telah membaik. Hal ini menunjukan sektor pertanian mulai pulih setelah adanya pandemi Covid-19. 

"Meskipun mulai pulih, tingkat kesejahteraan petani masih tertekan dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi pada 2019. Namun, dibandingkan 2020, sektor ini sudah mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik," kata dia kepada Bisnis, Rabu, (5/5/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)  Bali, kenaikan indeks NTP pada April 2021 tercatat pada hampir semua subsektor. Hanya subsektor tanaman pangan yang turun 2,75 persen.

Subsektor yang naik paling tinggi yaitu hortikultura sebesar 2,67 persen, disusul tanaman perkebunan rakyat 2,28 persen, perikanan 2,15 persen, dan peternakan 2,11 persen.

Indeks yang diterima petani (It) tercatat naik 0,86 persen atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,13 persen.

Menurut Setyawan indeks NTP ini memiliki peluang besar untuk tetap tumbuh positif pada periode selanjutnya.

Adapun, faktor yang mempengaruhi,yakni pertama harga beli petani (IHK) atau dikenal dengan inflasi. Inflasi ke depan diperkirakan terkendali di bawah  level 3 persen, sehingga tidak menurunkan daya beli masyarakat termasuk petani.

Kedua, Indeks NTP dipengaruhi oleh harga jual petani yaitu harga jual produk-produk pertanian. 

Ke depan Bali akan menghadapi masa panen untuk beberapa komoditas bahan pangan seperti padi dan beberapa jenis hortikultura seperti cabe. 

Meskipun demikian, diperkirakan akan terjadi kenaikan pendapatan masyarakat sesuai dengan beberapa survei konsumen Bank Indonesia (SK). Survei menunjukkan terjadinya ekspektasi peningkatan pendapatan konsumen pada triwulan mendatang. 

"Sehingga masa panen yang diiringi kenaikan permintaan akan menjaga harga jual pada posisi yang stabil," tambahnya. 

Indeks Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada April 2021 turut mengalami kenaikan pada semua subsektor. Hanya subsektor tanaman pangan yang tercatat turun sedalam 3,06 persen.

Kenaikan NTUP tertinggi tercatat pada subsektor hortikultura sebesar 2,79 persen, disusul tanaman perkebunan rakyat 2,45 persen, perikanan 2,04 persen, dan peternakan 1,78 persen.

Pada April 2021, Pulau Dewata tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,03 persen. Kondisi ini searah dengan catatan inflasi perdesaan secara nasional yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali nilai tukar petani
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top