Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reopening Ubud, Gianyar Siapkan Aplikasi Tracing Covid-19 ke Wisatawan

Pemerintah Gianyar telah menyiapkan penjagaan di pintu masuk Kabupaten dan aplikasi yang melakukan tracing setiap pergerakan wisatawan dalam rangka persiapan reopening Ubud.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 07 April 2021  |  14:29 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, GIANYAR - Pemerintah Gianyar telah menyiapkan penjagaan di pintu masuk Kabupaten dan aplikasi yang melakukan tracing setiap pergerakan wisatawan dalam rangka persiapan reopening Ubud.

Aplikasi tersebut akan menggunakan QR code yang akan diletakkan di setiap hotel restoran pusat perbelanjaan dan objek wisata.

Adapun menjelang dibukanya pariwisata Bali, Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata yang ada di Bali serta beberapa pelaku pariwisata Bali melakukan focus group discussion untuk menyatukan persepsi dan komitmen menyongsong dibukanya pariwisata Bali. Diskusi kelompok tersebut memfokuskan pada kebijakan strategis akselerasi pembukaan pariwisata Bali.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kurleni Umar mengatakan pembukaan pariwisata Bali akan dilakukan secara bertahap.

Pembukaan pariwisata pun akan dilakukan jika risiko penularan rendah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan vaksinasi untuk mencapai herd immunity terutama pada Zona Prioritas. Selain itu, juga akan dipastikan kesiapan industri untuk jaminan pelayanan prima dan konsistensi penerapan prokes atau dengan sertifikasi CSHE.

Ada beberapa parameter yang harus dipenuhi dalam pembukaan pariwisatavseperti penurunan tingkat kasus baru dan penurunan populasi tertular Covid-19. Selain itu, perlu ada kesiapan sistem kesehatan dan keselamatan yang memadai juga menjadi parameter dibukanya Bali.

Kemenpar juga meminta adanya sistem transportasi yang aman dalam pembukaan pariwisata nanti.

“Saya ingin ada yang bertanggung jawab terhadap transportasi, artinya memastikan sistem transportasi yang terintegrasi dengan zona aman. Intinya disini memastikan wisatawan berkunjung ke daerah zona hijau,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (7/4/2021).

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa juga menekankan bahwa biro perjalanan harus mengajak wisatawan berkunjung ke zona hijau. Dengan catatan, wisatawan yang datang dalam keadaan sehat dan begitu pula saat pulang ke negaranya dengan sehat.

“Biro perjalanan harus memastikan wisatawan berkunjung ke green zone. Biro perjalanan juga harus mengatur paket tur sesuai arahan gubernur,” sebutnya.

Astawa menambahkan travel bubble yang dibuka nantinya yaitu wisatawan dari Tiongkok, UEA, Singapura, dan Korea. Astawa mengharapkan tata kelola pembangunan kepariwisataan harus diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang lebih baik.

"Ubud sebagai pilot project dibukanya pariwisata mengingat sejarah pariwisata Bali yang dimulai dari Ubud, dan berkembang ke Sanur dan Nusa Dua," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memaparkan sistem vaksinasi di Gianyar yang dijadikan percontohan di Bali dilakukan dengan berbasis banjar.

“Mengapa banjar? Karena di Bali pada khususnya banyak program yang telah berhasil dilakukan dengan berbasis pada banjar. Disamping itu, dengan memanfaatkan kelian banjar untuk mendata masyarakatnya itu sendiri ataupun pekerja yang ada di wilayah banjarnya tersebut sekaligus memobilisasi untuk datang melaksanakan vaksin,” sebutnya.

Tin vaksin Gianyar terdiri dari 33 tim dimana setiap tim bisa melaksanakan vaksin kepada 150 hingga 250 orang per hari. Jika ketersediaan vaksin ada sebanyak 30.000 vaksin, dapat terlaksana cukup dalam 5 hari.

Alur vaksinasi dilakukan dengan masyarakat melakukan pendaftaran dan vaksinasi di meja 1 kemudian melakukan skrining di meja 2, baru kemudian melakukan vaksin di meja 3 serta observasi di meja 4 setelah mendapatkan vaksin.

"Apabila tidak terjadi gejala lainnya maka masyarakat penerima vaksin diperbolehkan untuk pulang," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top