Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Masih Godok Besaran Penempatan Dana di BPD Bali

BPD Bali akan menyalurkan dana melalui pola executing, yakni bank bertanggung jawab menyeleksi, menetapkan penerima dana, menyalurkan dan menagih kembali serta menanggung resiko ketidaktertagihan dana bergulir sesuai perjanjian.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 07 April 2021  |  10:38 WIB
BPD Bali
BPD Bali

Bisnis.com, DENPASAR -- Pemerintah Bali masih menggodok besaran anggaran untuk ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Penempatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyaluran dana penguatan modal kepada kelompok usaha produktif, UMKM, IKM, koperasi, maupun calon pekerja migran Indonesia.

Pada 2020 lalu, Pemerintah Bali telah merilis Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengelolaan dana penguatan modal. Beleid yang diundangkan pada 17 Februari 2020 tersebut, dimaksudkan untuk memberikan dana penguatan modal (DPM) yang kepada Kelompok Usaha Ekonomi Produktif, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Industri Kecil Menengah (IKM), dan Orang Pribadi yang diperuntukkan sebagai modal tambahan dalam mengembangkan usahanya.

Nantinya, DPM akan ditempatkan di Bank BPD Bali dalam bentuk rekening giro yang didasarkan atas perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi Bali. BPD Bali akan menyalurkan dana melalui pola executing, yakni bank bertanggung jawab menyeleksi, menetapkan penerima dana, menyalurkan dan menagih kembali serta menanggung resiko ketidaktertagihan dana bergulir sesuai perjanjian.

DPM bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Semesta Berencana Provinsi. Penjaminan DPM akan dilakukan oleh Jamkrida Bali Mandara.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bali I Dewa Putu Sunartha mengatakan hingga saat ini alokasi dana penempatan masih digodok. Pemerintah Bali belum memutuskan besaran dana penguatan modal yang akan ditempatkan di Bank BPD Bali.

"Mohon waktu nggih untuk mengecek penguatan modalnya," katanya kepada Bisnis, Rabu (7/4/2021).

Terpisah, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan pihaknya masih menunggu penempatan dana yang dilakukan pemerintah. Besaran penempatan dana pun belum dapat dipastikan karena kabarnya pemerintah bali sedang melakukan refocusing anggaran.

"Kami masih menunggu penempatan dana dimaksud, nanti saya tanyakan dulu, karena di Pemprov ada refocusing anggaran," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top