Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Infrastruktur di Bali Tetap Jalan, Cek Capaiannya

Proyek infrastruktur tersebut meliputi pembangunan shortcut ruas Jalan Singaraja - Mengwitani di titik 7-8, pelabuhan segitiga Sanur-Nusa Penida, dan penataan Kawasan Suci Besakih.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  10:38 WIB
Jalan tol Bali Mandara/Antara - Fikri Yusuf
Jalan tol Bali Mandara/Antara - Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Sejumlah proyek infrastruktur di Bali tetap dilanjutkan meskipun perekonomian sedang terhantam pandemi Covid-19.

Proyek infrastruktur tersebut meliputi pembangunan shortcut ruas Jalan Singaraja - Mengwitani di titik 7-8, pelabuhan segitiga Sanur-Nusa Penida, penataan Kawasan Suci Besakih, hingga pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung yang diawali dengan normalisasi Tukad Unda.

Adapun total anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja-Mengwitani titik 7-8 menelan dana Rp193,5 miliar yang pendanaannya bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Sementara itu, untuk pembangunan konstruksi titik 7 dan 8 dengan total anggaran Rp95 miliar bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Kemudian, pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan telah dimulai pada 2020 dengan target rampung pada 2022. Total anggaran yang dikeluarkan senilai Rp555 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan.

Pada 2020 juga dilaksanakan penataan kawasan suci Besakih yang dimulai dengan pembebasan lahan dengan total anggaran Rp174 miliar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali.

Pembangunan fisik akan dilaksanakan mulai 2021 dengan anggaran Rp784 miliar terdiri dari Rp276 miliar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali dan Rp508 miliar bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Selain itu, tahun lalu pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung diawali dengan normalisasi Tukad Unda dengan anggaran sebesar Rp270 miliar bersumber dari Kementerian PUPR dan pembebasan lahan (tahap 1) dengan anggaran sebesar Rp52 milyar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali.

Pembangunan akan dilanjutkan pada 2021 sampai 2022 dengan anggaran Rp2,5 triliun bersumber dari pinjaman tanpa bunga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penandatanganan Perjanjian Pinjaman PEN sudah dilaksanakan tanggal 28 Desember 2020 di Jakarta.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan anggaran pendapatan pada 2020 direncanakan senilai Rp6,092 triliun, dengan realisasi Rp5,718 triliun atau 93,36 persen dari target. Sementara Anggaran Belanja Daerah yang direncanakan senilai Rp6,924 triliun, terealisasi Rp6,358 triliun atau 91,82 persen dari target.

Sejalan dengan realisasi anggaran tersebut, lanjutnya, implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang memasuki tahun ke-2 telah membuahkan sejumlah capaian.

"Di bidang infrastruktur, dalam situasi menurunnya kemampuan anggaran negara akibat pandemi Covid-19, Pemprov Bali bersama Pemerintah Pusat tetap dapat merealisasikan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara yang strategis, fundamental sekaligus monumental," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (30/3/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top