Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Hotel di Bali Berharap Cuan Saat Nyepi

Hotel optimistis menyambut perayaan Nyepi karena memproyeksi okupansi kamar bisa meningkat dikisaran 25 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  14:16 WIB
Wisatawan menikmati suasana Pantai Pererenan, Badung, Bali, Senin (1/3/2021). - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Wisatawan menikmati suasana Pantai Pererenan, Badung, Bali, Senin (1/3/2021). - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR — Industri perhotelan di Bali berharap mendulang cuan di tengah perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1943 lewat menawarkan sejumlah promo menginap. Namun, di tengah pandemi Covid-19, tidak semua hotel mampu meraup untung.

Ayodya Resort Bali, misalnya, mengaku pada Nyepi tahun ini tetap mengadakan promo menginap meskipun pariwisata Bali sedang lesu. Nyepi tahun ini, peningkatan okupansi di Ayodya Resort Bali hanya 3 persen dari kondisi hari-hari biasa.

Associate Director of PR & Marketing Communications at Ayodya Resort Bali Dady Primady mengatakan okupansi selama Nyepi 2021 diperkirakan hanya sebesar 6 persen. Kondisi ini berbeda dengan Nyepi tahun lalu yang mampu mencatatkan okupansi sebesar 30 sampai 35 persen. Padahal, Ayodya Resort Bali tengah memberikan sejumlah promo kepada wisatawan yang akan menginap. Promo yang ditawarkan mulai dari diskon food and beverages dan harga kamar senilai Rp1,55 juta selama 13-15 Maret 2021.

Menurutnya, tingkat okupansi yang rendah pada Nyepi tahun ini karena pandemi Covid-19 yang terus berlangsung. Apalagi, ketika tahun lalu pandemi Covid-19 baru berlangsung, masih ada sejumlah wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali.

"Kalau tahun lalu mulai pandemi tapi lokal masih stay karena belum berdampak sekali perekonomiannya. Tahun lalu masih lebih banyak, lalu turis yang stay juga masih ada," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/3/2021).

Terpisah, Hilton Garden Inn lebih optimistis menyambut perayaan Nyepi karena memproyeksi okupansi kamar bisa meningkat dikisaran 25 persen. Berbeda dengan okupansi harian normal yang hanya sebesar 13 persen sampai dengan 16 persen.

Director of Sales at Hilton Garden Inn Bianca Rosetta mengatakan tamu-tamu yang menginap biasanya baru akan melakukan booking saat saat terakhir promo. Hilton Garden Inn pun memberikan promo menginap Rp800.000 untuk 2 malam.

"Iya, ada peningkatan okupansi pada saat nyepi, karena kami ada harga promo Rp800.000 net sudah 2 malam," sebutnya.

Bali Dynasty Resort lebih optimistis dalam peningkatan okupansi jelang perayaan Nyepi. Bahkan, peningkatan okupansi Nyepi tahun ini diproyeksi mencapai 20 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

General Manager Bali Dynasty Resort Didit Indra mengatakan promo Nyepi akan memberikan peningkatan okupansi yang siginifikan dibandingkan hari-hari biasa. Pada Nyepi tahun ini, diproyeksi 75 kamar akan terisi. Apalagi, masih banyak pertanyaan dari tamu mengenai promo sehingga masih bisa meningkatkan okupansi.

Promo yang ditawarkan Bali Dynasty Resort yakni paket menginap tiga hari dua malam senilai Rp1,4 juta untuk deluxe room dan Rp2,2 juta untuk family room.

"Justru nyepi tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu. Kebanyakan yang domestik berdomisili di Bali," sebutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali perhotelan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top