Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Pandemi, Investasi di Hotel dan Restoran di Bali Masih Dominan

Investor dinilai masih optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19.
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9/2020). rn
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9/2020). rn

Bisnis.com, DENPASAR – Investasi di sektor hotel dan restoran masih menjadi yang primadona di Bali selama 2020 dengan porsi 52 persen pada penanaman modal asing dan 45 persen pada penanaman modal dalam negeri.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, penanaman modal dalam negeri di Pulau Dewata selama 2020 mencapai Rp5.432,7 miliar untuk 2.513 proyek dan penanaman modal asing (PMA) pada periode sama senilai US$293,3 juta untuk 3.967 proyek.

Porsi PMA terdiri atas 52 persen ke sektor hotel dan restoran, 15 persen ke sektor listrik, gas, dan air, 11 persen ke perumahan, kawasan industri dan perkantoran, 8 persen jasa lainnya, 7 persen transportasi, gudang, dan telekomunikasi, 3 persen industri makanan, 2 persen perdagangan dan reparasi, dan 2 persen lainnya.

Realisasi PMDN berdasarkan sektor selama 2020 terdiri atas 45 persen hotel dan restoran, 18 persen konstruksi, 13 persen transportasi dan telekomunikasi, 8 persen perumahan, 7 persen jasa lainnya, 3 persen perdagangan, 2 persen industri makanan, 2 persen tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, dan 2 persen lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan data tersebut menunjukkan Pulau Dewata masih menarik bagi investor. Investor dinilai masih optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19.

"Investor kan ada yang optimistis, ada juga yang realistis, tetapi ada juga yang memiliki modal dingin, mereka yang memiliki modal besar pasti akan tertarik dengan pariwisata," katanya kepada Bisnis, Senin (1/3/2021).

Terpisah, pengamat ekonomi pariwisata dari Universitas Warmadewa I Made Suniastha Amerta menilai investor masih memiliki kepercayaan bahwa pariwisata Bali bisa bangkit kembali. Investor juga mungkin belum berani untuk mengalihkan investasi ke sektor lainnya seperti pertanian maupun ekonomi kreatif.

Apalagi, investasi pada hotel dan restoran pada masa pandemi dinilai menguntungkan karena harga penjualan properti di sektor tersebut menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal

"Lagi pula, investasi pada sektor hotel dan restoran pada masa pandemi ini sangat menguntungkan investor karena banyak hotel dan restoran dijual dengan mengikuti hukum pasar, demand and supply. Penawaran lebih tinggi dari permintaan, maka harga turun," sebutnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Bali selama 2020 adalah senilai Rp9,66 triliun dengan jumlah 6.480 proyek. Realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang senilai Rp5,43 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp4,2 triliun.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper