Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Industri Kendaraan Listrik di Bali Dimulai Tahun Ini

Potensi pengembangan kendaraan listrik di Bali sangat tinggi karena hal ini didukung keinginan besar dari program Pemprov Bali dalam mewujudkan Pulau Dewata yang bersih, hijau, dan indah dengan terbangunnya sistem transportasi yang ramah lingkungan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  13:04 WIB
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. - Antara
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - PT Wika Industri Manufaktur akan membangun industri kendaraan listrik di Kabupaten Jembrana yang rencananya dimulai pada Agustus 2021 pada lahan seluas 106 hektar milik Perusahaan Daerah Bali.

Direktur Business Development Perusda Bali Bagus Gde Ananta Wijaya Karna mengatakan saat ini pembangunan industri kendaraan listrik di Kabupaten dengan julukan bumi makepung tersebut masih dalam tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study) dan pelaksanaan pembersihan lahan. Sementara berdasarkan rencana proses peletakan batu pertama (ground breaking) akan dilakukan pada Agustus 2021.

"Semoga tidak ada halangan dan sesuai rencana, sehingga dapat mulai dibangun pada Agustus mendatang," tuturnya saat dihubungi oleh Bisnis, Senin (22/2/2021).

Terpisah, Direktur Keuangan PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) Trihari Agus Riyanto menuturkan potensi pengembangan kendaraan listrik di Bali sangat tinggi karena hal ini didukung keinginan besar dari program Pemprov Bali dalam mewujudkan Pulau Dewata yang bersih, hijau, dan indah dengan terbangunnya sistem transportasi yang ramah lingkungan.

Menurut Trihari, program tersebut juga diperkuat dengan dikeluarkannya Pergub No 48/2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, dan Perda No 4 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Jadi tidak diragukan lagi bahwa potensi pengembangan kendaraan listrik sangat besar, karena belum ada provinsi lain memiliki seperti apa yang dimiliki oleh Bali," jelasnya.

Mengenai potensi pasar, pihaknya optimistis karena pengguna kendaraan konvensional yang ada di Bali sekitar 3 juta unit. Sehingga kendaraan listrik dengan merk Gesits yang diproduksi oleh PT WIMA berpeluang besar terserap pasar.

"Jumlah pengguna kendaraan konvensional ini merupakan market yang besar untuk kami," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top